Dinkes: imunisasi Rubella Bantul terealisasi 97 persen

id imunisasi

Ilustrasi (Foto Humas Pemkot Yogyakarta)

Bantul (Antara Jogja) - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan pemberian imunisasi campak dan rubella kepada anak berusia 9 bulan sampai 15 tahun di daerah itu sudah terealisasi sekitar 97 persen.

"Kalau sampai akhir Agustus kemarin imunisasi campak dan rubella sudah 97 persen, tetapi kalau sekarang belum bisa ditotal berapa, intinya sudah mendekati seratus persen," kata Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan Dinkes Bantul Pramudi Dharmawan di Bantul, Rabu.

Menurut dia, pemberian imunisasi campak dan rubella melalui suntik dalam mendukung program nasional yang di wilayah Bantul sudah sekitar 97 persen dari sekitar 200 ribu anak itu, sudah pada angka aman karena melebihi 95 persen.

Ia mengatakan anak-anak yang belum melakukan imunisasi tersebut karena sebagian masih belum dijangkau petugas kesehatan.

Selain itu, sebagian masyarakat belum mempunyai pemahaman yang baik mengenai imunisasi itu sehingga enggan mengikuti program tersebut.

"Kalau yang menolak itu ada, tapi presentasenya sedikit, jumlahnya tidak signifikan, karena dari sasaran kita yang hampir 200 ribuan anak itu, kalau puluhan ya ada, tapi bukan nolak, cuma mereka pemahamannya yang masih kurang saja," katanya.

Namun demikian, kata dia, masyarakat yang masih tidak bersedia ikuti imunisasi tidak sampai mengganggu program nasional tersebut, apalagi proses pemberian suntik imunisasi campak dan rubella di Bantul masih berjalan hingga akhir September ini.

"Angka amannya kan 95 persen, kita susah lewat, dan kalau sudah 95 persen itu kan kekebalan imunitas lingkungan langsung terlindungi, tinggal sedikit tidak menjadi masalah, nanti penyakitnya juga akan hilang sendiri," kata Pramudi.

Ia mengatakan imunisasi campak dan rubella diberikan gratis melalui pos pelayanan terpadu (posyandu) di setiap pedukuhan dan puskesmas setempat, sehingga bagi masyarakat yang mempunyai anak 9 bulan sampai 15 tahun bisa mengunjungi layanan itu.

"Misalnya yang di sekolah-sekolah kemarin terlewat karena anaknya sakit, sekarang bisa ke posyandu atau puskesmas. Kalau dulu imunisasi campak dan rubella itu dikenakan biaya sekali suntik, tetapi sekarang digratiskan pemerintah," katanya.

KR-HRI
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar