Wabup Sleman buka TMMD Sengkuyung Ke-100

id tmmd

Ilustrasi kegiatan dalam TMMD (Foto antarafoto.com)

Sleman (Antara Jogja) - Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun membuka Operasi TNI Manunggal Membangun Desa Sengkuyung ke-100 Tahap III tahun 2017 di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang digelar di Lapangan Sumberarum, Moyudan, Rabu.

Pasiter Kodim 0732/Sleman Kapten Inf Arly Iskandar mengatakan dalam TMMD di Desa Sumberarum tersebut pembangunan meliputi sasaran fisik seperti pembuatan talud sepanjang 400 meter tinggi 50 sentimeter serta perbaikan satu poskamling.

"Kemudian pengerasan halaman masjid, pengerasan jalan sepanjang 1.000 meter lebar tiga meter, pembuatan gorong-gorong dua buah dan lantainisasi dua rumah," katanya.

Ia mengatakan selain pembangunan fisik, pembangunan juga menyasar pada pembangunan nonfisik seperti penyuluhan PPBN/wawasan kebangsaan, penyuluhan Kambtimas dan narkoba, penyuluhan KB dan kesehatan, penyuluhan pertanian, penanggulangan bencana alam, serta penyuluhan lingkungan hidup.

"TMMD Sengkuyung ke-100 akan dilaksanakan selama 30 hari dimulai dari 27September 2017 hingga 26Oktober 2017," katanya.

Arly mengatakan sumber dana TMMD berasal dari APBD DIY sebesar Rp75 juta, APBD Kabupaten Sleman Rp150 juta dan bantuan swadaya masyarakat berupa tenaga senilai Rp50 juta.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan Pemkab Sleman berterimakasih?kepada TNI atas salah satu wujud Operasi Bhakti TMMD sengkuyung merupakan program terpadu lintas sektoral TNI dengan Pemerintah Daerah yang dilaksanakan secara terintregrasi bersama masyarakat.

"Kegiatan TMMD yang berlangsung di Kabupaten Sleman telah mampu menggerakkan pembangunan infrastruktur di desa sehingga dapat membantu roda perekonomian masyarakat di Kabupaten Sleman," katanya.

Ia mengatakan selain itu kegiatan tersebut juga merupakan sarana untuk menjaga keharmonisan hubungan dan komunikasi antara jajaran TNI dengan jajaran masyarakat serta jajaran aparat Kabupatren Sleman.

"Pemkab Sleman sangat mendukung pada pelaksanaan program TMMD ini, karena program ini dilaksanakan melalui proses perencanaan yang mengutamakan aspirasi dan kepentingan masyarakat di daerah dengan menggunakan `bottom up planning system` yang dilaksanakan secara komprehensif dan integral yang melibatkan semua unsur yang terkait mulai dari tingkat desa. Sehingga kegiatan ini dapat terlaksana tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat," katanya.

Sri Muslimatun mengatakan program TMMD diharapkan dapat meningkatkan kesetiakawanan sosial guna meningkatkan ketahanan sosial masyarakat serta pada pencanangan TMMD mampu memberdayakan masyarakat agar mereka mempunyai daya dan upaya untuk lepas dari masalah ketertinggalan sekaligus memberdayakan diri untuk berdikari. 


(U.V001)
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar