PSS Sleman ditaklukkan PSPS Riau 2-3

id PSS Sleman, PSPS Riau

PSS Sleman (ist)

Sleman, 2/10 (Antara) - Tim tuan rumah PSS Sleman ditaklukkan PSPS Riau dengan skor 2-3 pada pertandingan lanjutan babak 16 besar Grup A Liga 2 Indonesia di Stadion Internasional Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Senin sore.

Sempat memimpin 2-0, tim tuan rumah PSS Sleman tidak mampu mempertahankan keunggulan dan justru harus menelan pil pahit karena kebobolan tiga gol dan gagal mengamankan tiga poin yang diharapkan.

PSS Sleman membuka keunggulan melalui gol yang diciptakan Imam Bagus Kurnia dari tendangan keras mendatar yang mengarah ke kiri gawang PSPS Riau.

Bola mendatar tendangan Imam Bagus yang mengarah ke sisi kiri gawanng gagal dijangkau penjaga gawang PSPS Riau Gianluca Pandenyuwu, hingga mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan PSS Sleman.

Kedudukan 1-0 untuk PSS Sleman ini bertahan hingga wasit Ahkmad Iksan dari Pasuruan meniup peluit panjang tanda babak pertama usai.

Memasuki babak ke dua PSS Sleman langsung melakukan serangan-serangan tajam ke jantung pertahanan PSPS Riau.

Beruntunnya serangan PSS Sleman ini membuat barisan pertahanan PSPS Riau harus bekerja keras mengamankan gawangnya.

Hingga menit ke-50 pemain belakang PSPS Riau Viktor Pae melakukan pelanggaran berat terhadap pemain PSS Sleman di kotak penalti PSPS Riau.

Wasit yang melihat kejadian tersebut langsung menunjuk titik putih dan memberikan tendangan penalti bagi PSS Sleman. Mahardika Lasut yang diberi kepercayaan mengeksekusi tendangan penalti berhasil menjalankan tugas dengan baik.

Melalui tendangan keras di sisi kiri gawang PSPS Riau, Mahardiga Lasut sukses menjebol jala gawang dan mengubah skor menjadi 2-0 untuk PSS Sleman.

PSPS Riau berhasil memperkecil ketertinggalan pada menit 60 melalui tendangan kaki Imam Septian yang memanfaatkan bola liar di depan gawang PSS Sleman.

Mendapat satu gol, pelatih PSPS Riau Philep Hansen Maramis melakukan penggantian pemain depan dengan memasukkan Riki Dwi Saputra.

Masuknya Riki Dwi Saputra ini merupakan keputusan yang tepat karena dari kaki pemain pengganti ini PSPS Riau berhasil menambah dua gol dan berhasil menjungkirbalikkan keadaan.

Gol kedua PSPS Riau dicetak Riki Dwi Saputra pada menit 72. Memanfaatkan bola liar, Riki langsung melesakkan tendangan ke tengah gawang PSS Sleman yang gagal dijangkau penjaga gawang Syahrul hingga mengubah kedudukan menjadi 2-2.

Riki Dwi Saputra kembali mencetak gol pada menit 89. Riki yang berada di sisi kiri pertahanan PSS Sleman berhasil menjangkau bola yang berada di tinag jauh PSS Sleman. Meski sempat dihadang pemain PSS Sleman, Riki berhasil mengolah bola dan memiliki ruang tembak yang tepat.

Melalui tendangan keras Riki melepaskan bola di sisi kiri dan gagal dijangkau penjaga gawang PSS Sleman Syahrul hingga mengubah skor menjadi 3-2 untuk PSPS Riau.

Kedudukan 2-3 untuk kemenangan PSPS Riau ini tidak berubah hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir.

Pelatih PSS Freddy Mulli mengaku kecewa karena para pemain dirasa tidak berjuang mati-matian selama bertanding di lapangan.

"Para pemain kurang mati-matian, ini jelas bukan karakter saya. Saya sangat kecewa dan minta maaf pada ribuan suporter PSS karena belum bisa memberikan kemenangan," katanya.

Freddy juga mengaku kecewa karena pemain pengganti Mardiono yang masuk menggantikan Dirga Lasut juga tidak bisa berbuat banyak.

"Saya juga kecewa dengan kiper Syahrul Trisna yang melakukan blunder hingga berbuah tiga gol untuk tim lawan. Saya kecewa dengan penampilan Syahrul karena tiga gol hari ini bola blunder semua, seharusnya tidak terjadi hal tersebut," katanya.

Sedangkan Pelatih PSPS Riau Philep Hansen Maramis mengaku sangat lega dengan permainan anak asuhnya karena tampil lepas tidak terbebani sehingga membuat strategi di lapangan bisa berjalan dengan baik.

"Kami lolos dari babak tersadis dari semua liga di dunia di fase grup. Sekarang bukan tanpa target namun kami akan berusaha melaju sejauh mungkin di Liga 2 musim ini, dan kemenangan di Sleman modal sangat berharga bagi kami," katanya.***4***
Pewarta :
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar