Yogyakarta intenfiskan pelumpuran drainase antisipasi genangan

id drainase

Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengecek revitalisasi drainase di Jalan Kenari (Foto ANTARA/Eka Ariffa)

Yogyakarta (Antara) - Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta mengintensifkan pelumpuran drainase dan pembersihan inlet untuk mengantisipasi genangan karena musim hujan segera datang.

"Pelumpuran drainase dan pembersihan inlet terus kami lakukan. Biasanya, banyak endapan pasir dan sampah yang bisa menghambat aliran air saat hujan sehingga menyebabkan genangan," kata Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta Aki Lukman di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, sejumlah kawasan yang masih kerap mengalami genangan saat hujan di antaranya berada di ruas Jalan Kusumanegara dari penggal Sungai Manunggal hingga simpang Jalan Kapas.

Saat hujan deras, genangan di penggal jalan tersebut bisa mencapai sekitar 20 centimeter meskipun akan segera surut saat hujan berhenti.

Aki menyebut, penanganan jangka panjang untuk mengatasi genangan di penggal jalan tersebut harus dilakukan dengan membuat sudetan atau saluran dari Sungai Manunggal ke arah Sungai Gajah Wong.

"Namun, upaya tersebut belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena membutuhkan perencaan matang dan anggaran yang cukup besar. Apalagi, Jalan Kusumanegara adalah salah satu ruas jalan utama di Yogyakarta," katanya.

Selain di ruas Jalan Kusumanegara, lokasi lain yang kerap tergenang saat hujan adalah di sekitar Stadion Mandala Krida, sekitar Terban, Jalan Bantul hingga Jalan Magelang dan Jalan Mondorakan di kawasan Kotagede.

Khusus untuk perbaikan drainase di Jalan Mondorakan, Aki mengatakan, Pemerintah Kota Yogyakarta akan mengajukan kebutuhan anggaran melalui dana keistimewaan.

"Kawasan Kotagede merupakan salah satu kawasan cagar budaya di Yogyakarta. Mudah-mudahan usulan perbaikan drainase di Jalan Mondorakan dapat dibiayai menggunakan dana keistimewaan," katanya.

Selain itu, lanjut Aki, upaya penanganan genangan dilakukan dengan memperlebar saluran drainase seperti yang sudah dilakukan di simpang empat Jalan Ipda Tut Harsono.

"Saluran sudah diperbaiki. Lebar saluran pun hampir dua kali lipat dibanding lebar saluran awal. Harapannya, lokasi tersebut tidak lagi tergenang saat hujan deras," kata Aki.

Meskipun demikian, Aki masih mengkhawatirkan apabila inlet yang ada di sepanjang drainase tertutup sampah atau daun dari pohon perindang. "Daun yang menutup inlet saat hujan turun juga bisa menghalangi air masuk ke drainase sehingga menimbulkan genangan," katanya.

Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kota Yogyakarta mencatat ada sekitar 35 titik genangan yang tersebar di berbagai lokasi dengan potensi genangan sekitar 10 hektare dari total luas wilayah Kota Yogyakarta 32,5 kilometer persegi.

(E013)
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar