Gregoria selangkah lagi wujudkan target juara WJC

id bulutangkis

Ilustrasi (ist)

Yogyakarta, (Antara Jogja) - Pemain tunggal putri andalan tuan rumah Gregoria Mariska Tunjung tinggal selangkah lagi mewujudkan mimpinya menjadi juara di World Junior Championships (WJC) setelah di semifinal mengandaskan harapan Tiongkok Cai Yanyan.

Pada pertandingan semifinal yang digelar di GOR Amongrogo Yogyakarta, Sabtu, Gregoria yang diunggulkan di tempat ketiga tersebut dipaksa bermain tiga gim oleh Cai sebelum merebut kemenangan 22-20, 13-21, 21-18.

"Pada awal gim pertama, saya sempat terbawa permainan lawan yang bermain pelan. Tetapi di pertengahan, saya mengubah pola permainan dan akhirnya bisa menang," kata Gregoria.

Sedangkan pada game ketiga, Gregoria mengatakan tidak memikirkan hasil apapun tetapi hanya fokus di permaianan meskipun sempat tertinggal 5-11.

"Saya hanya ingin bisa mempertahankan bola dengan baik, bola tidak mudah mati dan tidak memberikan poin mudah ke lawan," katanya.

Pada babak final yang akan digelar Minggu (22/10), Gregoria kembali akan berhadapan dengan pemain Tiongkok Han Yue yang sukses menang mudah atas tunggal putri Malaysia Goh Jin Wei dalam dua gim langsung 21-9, 21-10.

Gregoria dan Han pernah bertemu di nomor beregu BWF World Junior Championships yang digelar pekan sebelumnya di GOR Amongrogo Yogyakarta. Pada pertemuan tersebut, Gregoria unggul dibanding Han.

"Untuk pertandingan besok, saya harus siap capek. Han pasti juga belajar dari pertandingan kemarin dan saya akan coba menerapkan pola permainan sendiri," katanya.

Di sektor ganda putri, pemain tuan rumah Jauza Fadhila Sugiarto/Ribka Sugiarto juga memastikan langkah ke final setelah menghentikan ganda Tiongkok Xia Yuting/Zhang Shuxian 21-17, 19-21, 21-11.

"Kami senang karena bisa sampai ke final. Kami bisa buktikan tidak selalu kalah kalau bertanding melawan Tiongkok," kata Jauza.

Kegembiraan pasangan ganda putri Indonesia masuk final semakin bertambah karena keduanya baru saja dipasangkan dan tidak menyangka bisa melangkah hingga ke babak terakhir.

Di babak final, Jauza/Ribka pun kompak akan bermain mati-matian tanpa ada beban apapun. "Menang atau kalah tidak dipikirkan dulu. Yang penting main mati-matian saja karena besok sudah babak terakhir," kata Ribka.

Sementara itu, ganda putra Indonesia Rinov Rivaldy/Yeremia Erich Yoche Yacob tidak bisa menyusul kesuksesan rekan senegaranya melaju ke final setelah dikalahkan ganda Tiongkok Di Zijian/Wang Chang 15-21, 17-21.***4***

(E013)

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar