10 peserta tidak ikuti tes tertulis panwascam

id Panwaslu

Panwaslu Kota Yogyakarta (Panwaslujogja.web.id)

Yogyakarta (Antara) - Sebanyak 10 peserta yang sudah dinyatakan lolos seleksi administrasi untuk menjadi peserta tes tertulis calon panitia pengawas kecamatan di Kota Yogyakarta tidak hadir dalam tes tertulis, Sabtu.

"Dari total 148 peserta yang terdaftar sebagai peserta ujian tertulis, hanya 138 yang hadir," kata Koordinator Divisi Organisasi dan Sumber Daya Manusia Panitia Pengawas Pemilu Kota Yogyakarta Noor Harsya Aryasamudro di Yogyakarta, Sabtu.

Sebanyak 10 peserta yang tidak mengikuti tes tertulis otomatis dinyatakan gugur sehingga tidak berhak mengikuti seleksi tahap selanjutnya yaitu wawancara.

"Sejak pendaftaran, kami sudah menyampaikan bahwa tes tertulis akan dilakukan 4 November dan jika tidak bisa hadir akan dinyatakan otomatis tidak lolos seleksi tertulis," katanya.

Pada Minggu (5/11), Panwaslu Kota Yogyakarta akan mengumumkan masing-masing enam calon panwascam di tiap kecamatan yang berhak mengikuti tes wawancara yang dilakukan 7-10 November dengan pengumuman hasil wawancara disampaikan pada 11-12 November.

Dari tes wawancara, Panwaslu akan memilih tiga calon panwascam dengan hasil terbaik di tiap kecamatan. "Penetapan dan pelantikan panwascam dijadwalkan pada 15 November. Penetapan panwascam memang dilakukan cepat karena mereka akan membantu kami memantau pelaksanaan verifikasi faktual partai politik calon peserta Pemilu 2019," katanya.

Sebelumnya, Ketua Panwaslu Kota Yogyakarta Iwan Ferdian berharap, panwascam yang terpilih memiliki kompetensi yang cukup untuk menunjang tugas dan fungsi pengawasan Pemilu 2019.

Salah satunya adalah kompetensi penguasaan teknologi informasi termasuk penggunaan komputer dengan lancar. "Saat pilkada kemarin, ada saja kendala penyusunan laporan karena anggota panwascam tidak cakap menggunakan komputer. Ini tentu merepotkan," katanya.

Oleh karena itu, ia berharap ada lebih banyak generasi muda yang nantinya dapat terpilih sebagai panwascam.

Panwascam akan bekerja selama satu tahun lima bulan atau sampai berakhirnya tahapan Pemilu 2019. Honor yang diberikan cukup besar yaitu Rp1,8 juta per bulan untuk ketua dan Rp1,6 juta per bulan untuk anggota.

"Jika sudah dilantik, kami pun berharap kecamatan dapat memfasiltasi sekretariat termasuk menyediakan dua aparatur sipil negara untuk bertugas di sekretariat," katanya.

Tugas pertama yang akan dilaksanakan oleh panwascam adalah ikut mengawal proses verifikasi anggota partai politik yang akan dilakukan KPU Kota Yogyakarta pada Desember.

(E013)
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar