Indonesia Re dukung pengembangan kelompok perikanan di Yogyakarta

Pewarta : id Indonesia Re Dukung Pengembangan Kelompok Perikanan Di Yogyakarta

Penyerahan dana bina lingkungan secara simbolis oleh Direktur Keuangan PT Indonesia Re Eko Supriyanto Hadi kepada perwakilan Kelompok Budi daya Ikan Nila "Tirta Mas" di Kawasan Ledok Peri, Tanjung Tirto, Kalitirto, Berbah, Sleman, Rabu (8/11). (Foto

Yogyakarta, (Antara Jogja) - PT Reasuransi Indonesia Utama (persero) atau yang dikenal sebagai Indonesia Re mendukung pengembangan kelompok perikanan budi daya di Yogyakarta melalui penyaluran dana bina lingkungan untuk kelompok perikanan di Kawasan Ledok Peri, Tanjung Tirto, Kalitirto, Berbah, Sleman, Rabu.

"Program ini penting dan kami prioritaskan sebagai bentuk kontribusi nyata kami sebagai BUMN yang wajib ikut mengembangkan UKM di Indonesia," kata Direktur Keuangan PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re) Eko Supriyanto Hadi di sela acara yang didahului dengan Panen Raya Ikan Nila dari Kelompok Budi daya Ikan Nila "Tirta Mas" itu.

Menurut Eko, dukungan untuk pengembangan kelompok perikanan, antara lain, diwujudkan dengan berbagai dana bantuan berupa hibah atau pinjaman lunak. Dengan menggandeng PT Gelar Mapan Sejahtera, Indonesia Re sebagai BUMN reasuransi terbesar di Indonesia itu juga memfasilitasi pendampingan, penyuluhan, serta pemenuhan berbagai sarana prasarana pendukung usaha yang dibutuhkan nelayan budi daya.

Berbagai bantuan dana dan penyuluhan, kata Eko, memang tidak menyasar perorangan, tetapi kelompok. Tujuannya, katanya, agar pembinaan yang diberikan lebih cepat berdampak pada anggota-anggota kelompok budi daya ikan.

"Dana pinjaman yang kami salurkan pun bunganya sangat kecil. Ketika mereka mengembalikan dananya, ya, nantinya untuk membantu kelompok-kelompok usaha lainnya, bukan hanya perikanan," katanya.

Penyerahan dana bina lingkungan senilai Rp66.275.000,00 diserahkan langsung oleh Direktur Keuangan PT Indonesia Re Eko Supriyanto Hadi kepada perwakilan Kelompok Budi daya Ikan Nila "Tirta Mas". Dana itu untuk pembangunan rumah pelet di kawasan tambak perikanan, Ledok Peri, Tanjung Tirto, Kalitirto, Berbah, Sleman.

Dalam kesempatan itu pula, dana bina lingkungan senilai Rp51.490.000,00 diserahkan kepada perwakilan Kelompok Peternak Kambing Jaya, Kulon Progo, untuk pembuatan rumah ternak kambing.

Sekretaris DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) DIY Gamal Asgar nengapresiasi upaya PT Indonesia Re bersama PT Gelar Mapan Sejahtera.

Menurut Gamal, perusahaan-perusahaan nasional melalui dana CSR-nya memiliki peran penting untuk berkontribusi mendukung pertumbuhan UKM, khususnya bidang perikanan di Indonesia.

"Saya kira bantuan akses dana dari perusahaan penting sekali karena kami mengakui untuk meminjam ke perbankan mereka kesulitan," katanya.

Meski Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah menggulirkan dana murah, menurut Gamal, para pembudi daya ikan tetap masih memerlukan dana bantuan dari berbagai pihak.

Hingga saat ini, kata Gamal, akses pinjaman ke Perbankan masih sulit ditembus karena rata-rata nelayan atau pembudi daya ikan dinilai belum "bankable" karena tidak memiliki jaminan.

"Seperti kita ketahui, banyak dari mereka (pembudi daya ikan) tanahnya masih menyewa," ucapnya.

Ketua Kelompok Budi daya Ikan Nila "Tirta Mas" Supriyono mengakui berbagai bimbingan dan bantuan dari Indonesia Re serta Dinas Perikanan setempat cukup berpengaruh terhadap perkembangan usaha di kelompoknya.

Sampai sekarang, bersama 10 anggota, Kelompok Tirta Mas mampu memproduksi ikan nila untuk konsumsi dan benih mencapai 1 ton per bulan.

"Kami juga akan merangkul ibu-ibu yang tidak memiliki kegiatan untuk terlibat dalam produksi ikan krispi, abon, dan produksi olahan lainnya," katanya.





(T.L007)









































































































































Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar