Pemkab Kulon Progo berkomitmen beri kemudahan investasi

Pewarta : id kulon progo

Kabupaten Kulon Progo (Foto Istimewa)

Kulon Progo, (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, berkomitmen memberikan kemudahan investasi bagi calon investor, khususnya bagi investor yang membangun perusahaan berbasis padat karya.

"Kami sangat terbuka bagi investor, yang terpenting usahanya sesuai dengan tata ruang dan peruntukan," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kulon Progo Astungkara di Kulon Progo, Jumat.

Ia mengatakan terkait adanya kebijakan pembentukan satuan tugas percepatan pelaksanaan berusaha untuk mempercepat perizinan berusaha, sejauh ini tidak ada persoalan. Pemkab memberikan pelayanan satu atap dan langsung jadi kalau persyaratan sudah lengkap.

"Kami belum membuat satgas percepatan pelaksanaan berusaha. Tanpa satgas pun, perizinan di Kulon Progo cukup cepat, asal persyaratannya lengkap. Namun, usaha yang berkaitan dengan perizinan di pusat, memang membutuhkan waktu yang cukup lama, dan sesuai prosedur yang berlaku," katanya.

Selanjutnya, kata Astungkara, perizinan bagi usaha kecil dan menengah, pelakunya tinggal mengurus ke kecamatan. Hal ini sesuai dengan program Kementerian Koperasi dan UMKM terkait Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK).

"Perizinnan bagi UMK tinggal mengurus di kecamatan, pelaku usaha sudah mendapat IUMK. Mereka tidak dibebani biaya sama sekali dan prosesnya dalam satu hari," katanya.

Kasi Pengembangan Permodalan Dinas Koperasi dan UKM Kulon Progo Hasnanto mengatakan Dinas Koperasi dan UKM berusaha UMK memiliki legalitas hukum yang jelas, sehingga memudahkan mereka untuk mengakses bantuan dan pinjaman dari perbankan. Legalitas hukum tersebut berupa Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK).

"Tujuannya untuk kemudahan pemantauan supaya usahanya dapat dikembangkan," katanya.

Hasnanto mengatakan ekonomi Kulon Progo banyak ditopang oleh UMK yang merupakan usaha perdagangan informal. Pedagang informal yang diketahui yakni PKL, pedagang asongan dan pedagang keliling. Mereka yang akan disasar masing-masing kecamatan di Kulon Progo.

Ia mentargetkan jumlah data UMK selesai enam bulan ke depan. Sehingga, data tersebut dapat digunakan sebagai bahan landasan pembuatan perencanaan pembangunan di Kulon Progo oleh bupati terpilih.

"Data UMK ini sangat bermanfaat bagi Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Menengah untuk menentukan arah kebijakan pemkab, serta sebagai landasan memberikan bantuan sarana dan prasarana bagi mereka," katanya.***3***

(KR-STR)

Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar