Pengelola Wisata Mangunan targetkan punya 105 "homestay"

Pewarta : id Homestay

ilustrasi (hotelmurah.panduanwisata.com)

Bantul, (Antara) - Pengelola Desa Wisata Mangunan Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan mempunyai 105 "homestay" atau tempat menginap bagi tamu wisatawan guna memajukan wisata perdesaan itu.

"Paling tidak saya target separuh dari jumlah KK (kepala keluarga) di Pedukuhan Mangunan akan mempunyai `homestay`. Kalau setengah dari pendudukan Mangunan itu, berarti sekitar 105 `homestay`," kata pengelola Desa Wisata Mangunan Purwo Harsono di Bantul, Sabtu.

Menurut dia, "homestay" atau rumah milik warga di tengah-tengah perdesaan penting guna menampung wisatawan yang lebih lama tinggal di desa wisata, sementara saat ini di desa wisata Mangunan Dlingo baru mempunyai 25 "homestay".

"Artinya, `kan jumlahnya masih jauh dari yang kita harapkan, apalagi dari jumlah itu yang benar-benar siap baru sekitar 16 `homestay`. Makanya, target ke depan seperti itu setidaknya terus bertambah jumlahnya," katanya.

"Homestay" yang dikembangkan masyarakat Mangunan tidak harus berupa rumah besar dengan konsep modern seperti hotel, tetapi bisa rumah kecil yang mempunyai fasilitas standar dan nyaman ditinggali.

"Jadi, ketika `homestay` dari rumah kecil saya minta standar, bukan rumah bagus, melainkan rumah yang bersih lingkungan, tertata, rapi, toiletnya nyaman, kalau model toilet `kan sebenarnya tidak begitu mahal," katanya.

Selain bersih, lanjut dia, juga penataan lingkungan kawasan "homestay". Hal ini akan menjadi daya tarik wisatawan menginap atau tinggal lebih lama, bahkan yang sangat ditekankan adalan nuansa perdesaan tidak dihilangkan.

"Ini yang kami coba terus mengubah pola pikir masyarakat ke sana. Ini belum selesai karena masih susah, apalagi dia selalu bilang `la, rumahku jelek, kok` yang seperti itu susah diubah," katanya.

Ia menyebut total destinasi di Desa Mangunan yang sudah berkembang sejak 2 tahun lalu itu saat ini ada belasan titik yang menawarkan potensi wisata berupa hutan pinus, pemandangan alam, puncak, serta spot-spot untuk swafoto.
***1***


(KR-HRI)

Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar