Ratusan ASN Kulon Progo ikuti donor darah

id Donor darah

Ilustrasi donor darah (Foto Antara/Bambang Sutopo Hadi)

Kulon Progo, (Antara Jogja) - Ratusan Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengikuti aksi donor darah dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional.

Koordinator Teknis Unit Transfusi Daerah PMK Cabang Kulon Progo Ingusdi Sidigautama di Kulon Progo, Senin, mengatakan donor darah pada Hari Kesehatan Nasional sangat membantu ketersediaan darah di unit transfusi darah PMI Kulon Progo.

"Saat ini, persediaan darah di PMI masih mencukupi bagi masyarakat Kulon Progo yang membutuhkan," kata Ingusdi.

Menurut dia, kesadaran masyarakat melakukan donor darah sangat meningkat, sehingga kebutuhan darah yang sifatnya mendesak dan mendadak relatif dapat tertangani semua, terutama bagi ibu-ibu yang mengalami pendarahan.

"Kami selalu memperbaharui data stok darah di PMI Kulon Progo melalui jurnal di media massa," katanya.

Ia mengatakan jumlah pendonor darah yang rutin datang ke markas PMI Kulon Progo sudah relatif tinggi dan bagus. Sehingga, saat ada permintaan darah secara mendadak dapat ditangani.

"Jumlah pendonor darah tetap di Kulon Progo mencapai 1.400 orang," katanya.

Ingusdi mengatakan golongan darah yang paling dibutuhkan masyarakat yakni golongan O dan B.

"Persediaannya cukup, karena kami memiliki kantong-kantong donor desa siaga, kalau kami membutuhkan mendadak, mereka langsung siap," katanya.

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengatakan bersyukur karena di Kulon Progo, puskesmas-puskesmas tetap bisa melayani secara gratis kepada seluruh warga masyarakat Kulon Progo dan juga dua rumah sakit sudah jalan semua tahun ini.

"Kami juga bersyukur Desember mendatang, Kulon Progo mendapat limpahan dokter-dokter spesialis yang tidak sedikit di Kulon Progo. Itu dari sisi layanan, sehingga layanan di Kulon Progo akan ter-`cover` dengan baik," katanya.

Pada Hari Kesehatan Nasional, Bupati juga mensosialisasikan gerakan untuk hidup sehat yang dimulai dengan bergerak yang bentuknya bermacam-macam.

"Kalau petani ya bergerak, mencangkul, jalan, menyadap pohon kelapa, itu bergerak separuh olahraga. Kedua banyak makan sayur dan buah, ya, pesan saya banyaklah makan sayur dan buah, makan ikan, telur juga bagus, tapi daging hewan, itu tidak terlalu penting, karena selain mahal, bagi orang tua itu sudah mengandung lemak jenuh, orang tua lebih bagus makan ikan," katanya.***4***

(KR-STR)

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar