Yogyakarta anggarkan Rp90 miliar untuk BOSDA-JPD

Pewarta : id Yogyakarta anggarkan Rp90 miliar untuk BOSDA-JPD

Ilustrasi, penggunaan dana Bosda agar tepat sasaran (antaranews.com)

Yogyakarta - (Antara) - Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta menganggarkan dana cukup besar untuk bantuan operasional sekolah daerah dan jaminan pendidikan daerah yaitu mencapai Rp90 miliar dalam rencana anggaran 2018.

"Pada rencana anggaran 2018, Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan porsi anggaran terbesar untuk sektor pendidikan. Dari anggaran yang ada, besaran anggaran untuk bantuan operasional sekolah daerah dan jaminan pendidikan daerah memperoleh porsi terbesar," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana di Yogyakarta, Selasa.

Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta mengalokasikan anggaran Rp60 miliar untuk bantuan operasional sekolah daerah baik untuk sekolah negeri maupun swasta, sedangkan untuk jaminan pendidikan daerah dianggarkan Rp30 miliar.

Bosda tidak hanya diberikan untuk siswa SD dan SMP saja, tetapi juga untuk taman kanak-kanak (TK). Pemerintah memberikan bantuan Rp1 juta per siswa per tahun untuk siswa SD dan Rp1,5 juta per siswa per tahun untuk SMP, sedangkan untuk TK swasta diberikan bantuan Rp10 juta per tahun dan Rp600.000 per siswa per tahun untuk siswa TK negeri.

"Anggaran yang ada diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan yang bermutu dan berkarakter," kata Edy.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Budhi Ashrori mengatakan, selain untuk Bosda dan JPD, alokasi yang cukup besar dari anggaran pendidikan adalah untuk sertifikasi guru yaitu Rp90 miliar.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah tidak hanya memberikan batuan saja, tetapi juga berupaya meningkatkan pendidikan karakter melalui sekolah. "Pendidikan lebih banyak diberikan melalui berbagai kegiatan praktik dan bukan sekadar teori," katanya.

Anggota Komisi D DPRD Kota Yogyakarta Dwi Budi Utomo mengatakan, Kota Yogyakarta memiliki peluang yang bagus untuk fokus pada pengembangan pendidikan dasar sembilan tahun setelah kewenangan SMA/SMK diambil alih oleh Pemerintah DIY.

"Pendidikan dasar merupakan pondasi yang baik untuk jenjang pendidikan berikutnya sehingga harus dikuatkan. Selain akademis, pemerintah juga harus fokus pada pendidikan karakter dan mental," katanya.

Menurut dia, penguatan pendidikan karakter harus dilakukan karena tantangan pendidiakan semakin kompleks mulai dari kekerasan dan kenakalan yang dilakukan remaja, hingga penyalahgunaan narkoba.

"Guru bisa memberikan contoh tentang karakter yang baik, tidak harus selalu menyampaikan teori," katanya. ***4*** (E013)
Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar