Menteri PUPR percepat pembangunan infrastruktur "Bali Baru"

id Bali baru

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjawab pertanyaan pers seusai menjadi pembicara dalam acara talkshow "Pembekalan Calon Wisudawan Program Sarjana dan Diploma November 2017" di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa (21/

Yogyakarta, (Antara Jogja) - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur 4 destinasi dari 10 detinasi wisata prioritas atau disebut 10 "Bali Baru" pada 2018.

"Pada 2018 akan lebih kami fokuskan untuk empat destinasi yaitu Danau Toba, Candi Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo," kata Menteri Basuki seusai menjadi pembicara dalam acara talkshow "Pembekalan Calon Wisudawan Program Sarjana dan Diploma November 2017" di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa.

Menurut Basuki, meski pada 2018 akan difokuskan untuk empat destinasi saja, sejatinya pembangunan infrastruktur di enam destinasi prioritas lainnya juga sudah dimulai pada 2017.

Enam destinasi yang dimaksud meliputi Tanjung Kelayang di Kepulauan Bangka Belitung, Tanjung Lesung di Banten, Kepulauan Seribu di Jakarta, Bromo Tengger Semeru di Jawa Timur, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, dan Morotai di Maluku Utara telah dimulai pada 2017.

"Ya sebetulnya 2017, 10 destinasi seluruhnya sudah (dimulai)," kata dia.

Ia mengatakan pembangunan infrastruktur empat destinasi yang akan dikebut pada 2018, menyesuaikan dengan kebutuhan sesuai dengan rencana induk pembangunan (master plan) masing-masing destinasi. "Jadi tidak hanya jalan tol saja," kata dia.

Ia mencontohkan, seperti di Kawasan Borobudur Jawa Tengah akan dilakukan pelebaran jalan provinsi yang akan menjadi akses dari Bandara Kulon Progo, DIY menuju Borobudur. Sedangkan di Mandalika, Nusa Tenggara Barat, akan dilakukan penataan sentra-sentra UKM seperti pusat cinderamata, kafe, serta penataan terminal.

"Di Danau Toba ada tol dari Tebing Tinggi ke Prapat. Tapi di sana juga besok Pak Presiden mau meresmikan Bandara Silangit," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta seluruh kementerian terkait seperti Kementerian PUPR, Kementerian BPN, KLHK, Bekraf, serta Kementerian UKM memperepat pengembangan 10 destinasi pariwisata atau dikenal "Bali Baru".

Melalui pengembangan 10 destinasi priorotas itu, menurut Presiden, akan mampu menangkap peluang kunjungan wisatawan mancanegara, seperti wisatawan dari Tiongkok yang diperkirakan akan segera melonjak menjadi 180 juta dalam 5 tahun. Saat ini jumlah wisatawan Tiongkok yang keluar negeri mencapai 125 juta dan setengahnya berkunjung ke ASEAN. "Sepuluh destinasi baru ini betul-betul siap untuk menerima turis dari luar maupun dalam negeri," kata Presiden.




(T.L007)
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar