Bantul usulkan tambahan pasokan elpiji 10 persen

id Elpiji

Foto ilustrasi elpiji (Foto Antara/doc)

Bantul, (Antara Jogja) - Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta akan mengusulkan tambahan pasokan elpiji ukuran tiga kilogram ke Pertamina sebesar 10 persen untuk direalisasikan pada bulan Desember 2017.

"Seperti pengalaman tahun lalu, jelang libur Natal dan Tahun Baru itu permintaan gas mengalami kenaikan delapan sampai 10 persen, jadi kita mengajukan tambahan 10 persen di Desember," kata Kepala Dinas Perdagangan Bantul Subiyanta Hadi di Bantul, Rabu.

Menurut dia, usulan penambahan kuota elpiji `melon` akan disampaikan dalam rapat koordinasi bersama pihak terkait gas yang rutin diadakan, karena dalam forum itu terdapat ruang bagi daerah untuk menyampaikan kebutuhan.

Ia mengatakan, kenaikan permintaan elpiji selama libur Natal dan Tahun Baru atau Desember itu karena dua faktor yaitu kunjungan wisatawan yang makin meningkat dan keluarga yang ada di perantauann pulang ke Bantul.

"Kondisi itu membuat usaha kuliner makin sibuk sehingga gunakan gas banyak, kemudian di keluarga penggunaan gas bertambah. Kita sudah konsep tinggal mmengajukan ke Pertamina kuota 10 persen dari kebutuhan normal," katanya.

Subiyanta menjelaskan, kebutuhan elpiji tiga kilogram untuk Bantul pada bulan Oktober sebanyak 761.480 tabung yang didistribusikan melalui agen dan pangkalan resmi yang tersebar di 17 kecamatan se-Bantul.

"Kami mengajukan 10 persen itu sehingga total diharapkan pada Desember kuota menjadi 837.628 tabung untuk mencukupi kebuhan. Jadi 10 persen itu antisiapsi dari kenaikan permintaan di Bantul karena dua komponen tadi," katanya.

Ia mengharapkan, usulan tambahan pasokan elpiji tiga kilogram dapat disetujui Pertamina, mengingat sudah menjadi hal yang wajar ketika permintaan elpiji selama Desember naik karenn pengaruh mudik dan wisatawan ke Yogyakarta.

"Kalau nanti kita evaluasi di Desember sampai Tahun Baru cukup, atau tidak menjadi gejolak di masyarakat terkait gas, untuk sementara kita harapkan Januari masih tetap ada kenaikan 10 persen itu," katanya. ***1***


(KR-HRI)

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar