Polres kerahkan anjing pelacak cari korban longsor

id polres kulon progo

Polres Kulon Progo (Foto Antara)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Kepolisian Resor Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengerahkan satu ekor anjing pelacak untuk mencari dua korban tertimbun tanah longsor di Pedukuhan Ngroto, Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo.

Kapolres Kulon Progo AKBP Irfan Rifai di Kulon Progo, Rabu, mengatakan petugas gabungan dari Kodim 0731, Satradar Congot dan Sat Brimob fokus membersihkan material longsor dan menemukan korban tanah longsor.

"Kemudian, kami minta bantuan pengiriman anjing pelacak ke Polda DIY, karena memang untuk anjing pelacak ini adanya di Polda, tadi di bawah komando Dit Sabhara," kata Irfan.

Ia mengatakan ajing pelacak dikerahkan untuk melakukan penyisiran menggunakan penciumannya untuk menemukan Daladi (59) dam Heri Siswadi (30). Anjing tersebut langsung menyisir di lokasi tempat penemuan korban selamat, yakni Nur Hidayah (25) dan Sartinah (58).

Anjing pelacak tersebut sempat mengendus dan menggonggong sebagai tanda ia mencium keberadaan manusia. Namun lokasi pasti dari korban tertimbun belum bisa dipastikan lantaran reruntuhan dinding dan batu membuat penciuman anjing tersebut menjadi bercabang.

"Saat ini, anjing masih belum menemukan atau mencium keberadaan korban. Kami sudah menggelontor material longsoran dengan air, tapi belum membuahkan hasil," katanya.

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengatakan Kabupaten Kulon Progo sedang berduka karena ada beberapa titik longsor dan ada yang tenggelam karena banjir.

Ia mengatakan tim gabungan fokus mencari dua korban tertimbun tanah longsor di Girimulyo. Ada dua hal yang menjadi titik fokus yaitu yang pertama membuka jalan dan kemudaian yang kedua adalah menemukan korban, maka saya putuskan untuk yang pertama adalah mencari korban dulu.

Setelah korban ini ditemukan baru nanti kita melanjutkan membuka jalan, karena kalau dibuka jalan dulu tanahnya bisa menguruk daerah yang untuk korban. Jalan sudah yang kita tentukan, orang Purwosari keluarnya lewat Degan, Banjararum kemudian orang Jatimulyo keluarnya lewat Giripurwo, Girimulyo.

"Saya kira sudah kita putuskan begitu dan teman-teman ini sudah bersiap bersama-sama membantu untuk kerja disini full tidak boleh ada kekurangan logistik. Ini juga saya minta alat berat satunya lagi datang kemudian bisa menjangkau lokasi," kata Bupati Kulon Progo. 


(U.KR-STR)
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar