KASAU akan pecat oknum TNI selundupkan miras

id KSAU

KASAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Yogyakarta, (Antara Jogja) - Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyatakan akan langsung memecat oknum TNI apabila terbukti terlibat kasus dugaan penyelundupan ratusan botol minuman keras menggunakan pesawat Hercules C-130 TNI AU, di Papua.

"Bagi saya tidak ada ampun, satu minggu (penyelidikan) kalau memang ada temuan itu langsung saya berhentikan," kata Hadi Tjahjanto di sela acara peresmian pesawat koleksi baru Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala di Yogyakarta, Minggu.

Menurut Hadi, hingga kini tim TNI AU masih melakukan penyelidikan. Pada pekan depan, Hadi berharap, tim tersebut telah mendapatkan kesimpulan dan melaporkan secara komprehensif mengenai kasus itu.

"Kami targetkan sudah ada laporan yang lengkap kepada saya dan saya akan segera bertindak. Kalau memang tidak terbukti maka akan bebas, tetapi kalau terbukti akan langsung saya ganti," kata dia.

Hadi mengatakan, keluarga besar TNI AU telah ditekankan untuk tidak melakukan pelanggaran di manapun mereka bertugas.

Terkait pengoperasian Hercules C-130 untuk layanan angkutan udara, menurut dia, tiada lain adalah untuk membantu penyaluran logistik di wilayah Papua yang masih memiliki gangguan akses transportasi.

"Tujuan utama kita adalah untuk membantu kesulitan masyarakat Papua karena masalah transportasi dan kita juga berupaya mendukung upaya pemerintah untuk menekan disparitas harga, tapi ternyata ada oknum yang bermain-main, bagi saya tidak ada ampun. Kita lihat saja nanti," kata dia.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Papua mengamankan sebanyak 797 botol minuman beralkohol merk Vodka yang diangkut oleh pesawat Hercules TNI AU di Bandara Wamena, Papua. Tujuh ratusan botol vodka tersebut dimasukkan ke dalam 32 ember cat.





(T.L007)





























































































































































































































Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar