Kerugian SMA-SMK Bantul akibat banjir Rp745 juta

id sekolah terendam banjir

Pasca Banjir Kali Oyo Salah satu LSM di Yogyakarta bersiap siaga menuju posko Tanggap Darurat Banjir Bantul, D.I.Yogyakarta, Rabu (6/12). Menurut keterangan warga sekitar belum ada perbaikan yang serius dari pemerintah daerah, namun relawan bencana

Bantul (Antara Jogja) - Balai Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat kerugian yang dialami SMA dan SMK di Kabupaten Bantul akibat banjir dampak badai siklon tropis Cempaka 28 November sebesar Rp745 juta.

Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Bantul Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY Suhirman di Bantul, Kamis mengatakan kerugian SMA/SMK Bantul tersebut terdiri mebel Rp34 juta, fisik Rp147 juta, jaringan Rp2,8 juta dan peralatan praktik sekitar Rp562 juta.

Menurut dia, kerusakan terparah akibat kejadian 28 November terjadi di dua SMK, terutama di SMK Negeri Pajangan yaitu benteng sekolah roboh sehingga air masuk ke dalam sekolah dan banjir merendam puluhan komputer yang ada di ruangan.

"Ada dua sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah, di SMKN 1 Pajangan, pagar tembok sekolah roboh akibat hujan deras, sehingga air masuk dan mengakibatkan sebanyak 70 unit komputer terendam air dan tidak dapat difungsikan," katanya.

Selain SMK Negeri 1 Pajangan, kata dia, di SMK Negeri 2 Sewon jaringan komputer diletakkan di bawah sehingga rusak karena terendam banjir, meski demikian yang rusak hanya jaringan saja, sementara komputer tidak mengalami kerusakan.

"Dari DPRD DIY sudah meninjau, dan sekolah akan mendapatkan prioritas penanganan khusus. Untuk komputer yang rusak diprioritaskan segera diganti sejumlah 70 unit, karena mendesak, apalagi dalam waktu dekat siswa akan melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)," katanya.

Dia juga melakukan pendataan siswa yang rumahnya terkena dampak banjir, dan data sementara ada sekitar 80 siswa SMA/SMK yang terdampak, yang kemudian akan diajukan ke Pemda DIY untuk diberikan bantuan dan kompensasi sekolah.

"Bagi siswa yang rumahnya kebanjiran serta akses jalan rumah yang terputus diberikan kompensasi tidak mengikuti ujian akhir semester sebelumnya. Kemudian akan diberikan waktu untuk ujian susulan sesuai dengan kebijakan sekolah masing-masing," katanya.

Sementara itu, kata dia, Balai Dikmen Disdikpora DIY mengimbau kepada sekolah untuk tetap terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejadian serupa dan yang perlu diperhatikan diantaranya jaringan dan kabel komputer yang sebelumnya diletakkan di lantai saat ini harus diletakkan di meja.

Sedangkan untuk pembangunan fisik ke depan, kata dia, seperti beteng atau pagar tembok sekolah harus diperkuat dan diberi jalan untuk aliran air yang diarahkan tidak langsung ke gedung sekolah.

(T.KR-HRI)
Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar