RSUD Wonosari gelar simulasi gempa bumi

id Simulasi Gempa bumi

RSUD Wonosari Gunung Kidul (Foto gunungkidul.co) (gunungkidul.co)

Gunung Kidul (Antara Jogja) - Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar simulasi bencana gempa bumi dan kebakaran untuk mengantisipasi dan meminimalisir korban akibat bencana gempa bumi dan kebakaran.

"Adanya simulasi itu bisa memberikan kesiapsiagaan kepada petugas rumah sakit," kata Direktur RSUD Wonosari Heru Sulistyowati di Gunung Kidul, Kamis.

Ia mengatakan simulasi penanganan bencana melibatkan sebanyak 198 karyawan RSUD Wonosari dan juga delapan instnasi eksternal meliputi Kepolisian, Pemadam, Koramil, BPBD, GES, Dinkes dan Satpol PP.

"Kami bekerja sama dengan pihak eksternal melaksanakan simulasi penanganan bencana," katanya.

Heru mengatakan pada simulasi disekenariokan telah terjadi bencana gempa bumi. Guncangan dahsyat mengakibatkan ruang keperawatan Bangsal Dahlia RSUD Wonosari terbakar. Tergambar situasi sangat panik. Upaya penyelamatan korban dilakukan oleh petugas. Dalam kejadian itu diceritakan ada 20 korban. Sebanyak tiga korban meninggal dunia, 5 korban mengalami? luka berat, 7 luka sedang dan 5 korban luka ringan.

"Sesuai dengan? standar akreditasi rumah sakit dan standar managemen fasilitas serta keselamatan, diwajibkan rumah sakit melakukan simulasi penanggulangan terhadap bencana. Di RSUD Wonosai, setiap tahun melakukan simulasi penanggulangan bencanadilakukan sekali," katanya.

Heru Sulistyowati mengatakan dengan adanya simulasi yang melibatkan semua pihak diharapkan bisa meminimalisir korban jika terjadi bencana.

"Semoga jika bencana terjadi dan kami berharap tidak ada, bisa meminimalisir korban," katanya.

Manajer Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunung Kidul Marno mengatakan dalam simulasi diketahui sirene antarruangan belum terdengar dengan jelas. Namun demikian secara umum sudah baik.
"Dengan adanya simulasi ini membuktikan rumah sakit siap menghadapi bencana," katanya.

(U.KR-STR)
Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar