Kemendikbud menerapkan USBN model esai pada 2018

id ujian nasional

Hasil uji coba Ujian Nasional dibawah standar (Foto Antara/Arief Priyono)

Gunung Kidul,(Antara Jogja) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menerapkan ujian sekolah berbasis nasional mulai dengan menggunakan model esai pada 2018 untu7k meningkatkan sikap kritis, inovatif, dan kreatif siswa.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat, mengatakan ujian sekolah berbasis nasional esai atau disebut ujian kemampuan untuk mengukur level tinggi (HOTS).

"Jadi, keterampilan berpikir tingkat tinggi atau dikenal dengan istilah `Higher Order Thingking Skills` (HOTS) soal-soal ujian sudah level empat, yaitu mengajarkan anak-anak berpikir kritis, inovatif, dan kreatif," kata Mujadjir saat meninjau sekolah di Gunung Kidul yang terkena musibah banjir beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan ujian dengan sistem pilihan ganda itu pada tataran level tiga, yaitu menghapal, dan mengaplikasikan hal-hal yang dihapal. Model ujian seperti ini sudah tidak cocok untuk keterampilan siswa abad 21, sehingga harus dinaikan menjadi HOTS.

Saat ini, guru-guru sudah dilatih untuk membuat soal USBN yang sulit, sehingga membuat siswa berpikir kritis, lebih inovatif, dan kreatif.

"Ini untuk menyiapkan generasi abad 21 atau generasi now," katanya.

Muhadjir mengatakan untuk persiapan ujian nasional tahun ajaran 2017-2018 pihaknya sudah mematok target seluruh sekolah tingkat SMA/SMK sederajat akan menggunakan model ujian dengan komputer, sedangkan untuk tingkat SMP pelaksanaan UNBK menyasar 80 persen sekolah di Indonesia.

"Kalau tingkat SMA-SMK semua sudah harus ujian dengan komputer, sedang untuk tingkat SMP masih dalam proses bertahap karena belum semua sekolah menerapkan UNBK," katanya lagi.




(U.KR-STR)
































Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar