Warga Gedangsari mengharapkan pemkab bantu membersihkan longsoran

id longsor

Ilustrasi, tanah longsor (Foto ANTARA)

Gunung Kidul (Antara) - Warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengharapkan pemerintah setempat membantu membersihkan material longsor yang menutup akses jalan untuk keluar dusun supaya masyarakat beraktivitas normal.

Kepala Desa Tegalrejo Sugiman di Gunung Kidul, Kamis, mengatakan material longsor menutup jalan sejak 28 November lalu saat badai silkon Cempaka.

"Sudah 16 hari pascalongsor, material masih dibiarkan menumpuk dan menutup sebagian besar jalan. Kami upayakan dengan berkoordinasi dengan pihak terkait namun karena operator alat berat tidak berani ya belum bisa dibersihkan semuanya," katanya.

Dia mengatakan, saat ini jalan tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Selain itu material tanah dan batu masih bisa sewaktu-waktu longsor.Jalan tersebut biasa dilalui warga dari tiga dusun yakni Ngipik, Ketelo dan Gupit.

"Sulit untuk menyelesaikan menggunakan cara manual, tetapi mau bagaimana lagi bisanya cuma dibersihkan menggunakan manual," katanya.

Sugiman mengatakan, selain menutup jalan, longsor juga merusak dua rumah warga, dan mengancam puluhan rumah lainnya di dua dusun yakni Ketelo dan Ngipik.

"Untuk rumah yang rusak dan terancam kami masih melakukan koordinasi dengan kepala dukuh untuk relokasi. Sudah disiapkan tanah kasultanan yang aman," katanya.

Sementara itu, Kasi Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunung Kidul Sutaryono mengatakan lahan relokasi perlu disiapkan tempat aman, dan tidak berbahaya, dan desa menyiapkan lahan. Nantinya akan dibantu bahan bangunan stimultan.?

Terkait tanah longsor menutupi jalan, lanjut dia, pihaknya sudah melakukan pemantauan di lokasi. Namun operator alat berat tidak berani. "Bisanya manual, dan bisa dilakukan gotong royong," katanya.

(KR-STR)
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar