Warga diminta tidak melakukan "panic buying"

id Haryadi suyuti

Walikota Yogyakarta patuhi surat edaran mendagri (foto: blog walikota jogja)

Yogyakarta, (Antara Jogja) - Menjelang liburan panjang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, warga Kota Yogyakarta diminta tidak melakukan aksi "panic buying" atau melakukan pembelian di atas kewajaran karena dapat mendorong kenaikan harga barang.

"Tetap membeli sesuai dengan kebutuhan saja karena kami pastikan bahwa persediaan untuk seluruh kebutuhan pokok akan tetap mencukupi," kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, warga yang melakukan pembelian di atas kebutuhan karena takut persediaan bahan kebutuhan menipis atau langka di pasaran justru akan menimbulkan kepanikan yang lebih besar di tengah masyarakat dan menyebabkan penaikan harga barang.

Sebenarnya, kebutuhan mereka tetap namun melakukan pembelian dalam jumlah besar, padahal persediaan cukup. Akibatnya, persediaan berkurang sehingga harga barang naik. "Hal ini yang harus dicegah," katanya.

Pemerintah Kota Yogyakarta, lanjut Haryadi, akan rutin melakukan pemantauan harga bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional guna memastikan pasokan cukup dan tidak akan ada kenaikan harga.

"Distributor atau pelaku usaha juga tidak boleh menimbun barang hanya untuk memperoleh keuntungan sesaat," kata Haryadi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta Maryustion Tonang mengatakan bahwa harga bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional masih cukup stabil.

"Ada beberapa komoditas seperti cabai yang sempat mengalami kenaikan harga tetapi kini sudah mulai stabil," katanya.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan, lanjut dia, rutin meminta lurah pasar untuk melakukan pemantauan harga, pasokan dan distribusi bahan kebutuhan pokok di pasar hingga pemantauan keamanan pasar.

Selama liburan panjang akhir tahun, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta tidak menyiapkan pemandu pasar meskipun pengunjung pasar tradisional, khususnya di Pasar Beringharjo, diperkirakan mengalami penaikan signifikan.

"Kami akan siapkan kamera closed circuit television (CCTV) dan petugas keamanan untuk membantu pengawasan keamanan pasar. Salah satunya antisipasi tindak kriminal seperti pencopetan hingga bahaya kebakaran," katanya.

Sementara itu, Vice President Domestic Gas Pertamina Kusnendar juga memastikan pasokan elpiji bersubsidi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan akhir tahun.

"Kami rutin melakukan koordinasi dengan pemerintah dan Hiswana Migas untuk memantau kebutuhan elpiji. Kami pastikan distribusi elpiji bersubdisi adalah 50 persen untuk pengecer dan 50 persen untuk `end user`," katanya.

Pertamina juga menambah alokasi elpiji 3 kilogram sebanyak 30.800 tabung dari alokasi normal 545.800 tabung. "Kami juga akan alokasikan elpiji 3 kilogram di SPBU," katanya.***3***



(E013)



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar