BMKG Yogyakarta imbau masyarakat waspadai cuaca ekstrem

id Cuaca

Ilustrasi (Foto ANTARA)

Yogyakarta, (Antara Jogja) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengimbau masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dipicu penguatan angin mansoon Asia ke wilayah Pulau Jawa.

"Ada penguatan angin monsoon Asia yang banyak membawa uap air hingga di Pulau Jawa," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Djoko Budiono, di Yogyakarta, Selasa.

Menurut Djoko, selain monsoon Asia, dari analisa pola angin terlihat adanya daerah tekanan rendah di barat daya Pulau Jawa. Kondisi itu berdampak pada pembentukan awan-awan hujan di DIY.

Ia mengatakan potensi hujan dengan kategori sedang dan lebat disertai petir dan angin kencang akan berpotensi muncul pada sebagian besar wilayah Kabupaten Sleman, Kulon Progo bagian utara dan barat, Kota Yogyakarta, Bantul utara, dan sebagian besar Gunung Kidul.

Curah hujan di DIY, kata dia lagi, diprediksi berkisar antara 30-70 milimeter per hari. Sedangkan kecepatan angin maksimum bisa mencapai 20 knot atau 36 km per jam dengan suhu udara berkisar 22-32 Celsius.

"Untuk gelombang laut di pesisir selatan DIY kategori sedang dengan ketinggian berkisar 1,5 hingga 2,5 meter," kata dia.

Hal lain yang perlu diperhatikan masyarakat DIY, kata Djoko adalah frekuensi dan intensitas hujan yang akan terus meningkat selama Desember 2017 hingga Januari 2018.

"Karena itu, kami imbau untuk selalu menjaga kesiapsiagaan guna mengantisipasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang," kata Djoko pula.







(T.L007/B/B014/B014)















































Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar