Diskominfo dorong masyarakat proaktif laporkan konten negatif

id Hoax

Ilustrasi news grafis (ist)

Yogyakarta, (Antaranews Jogja) - Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong masyarakat proaktif melaporkan berbagai konten negatif yang didapatkan melalui media sosial atau sarana komunikasi berbasis digital lainnya.

"Karena kalau tidak ada yang melaporkan dan tidak ada yang merasa dirugikan kami tidak bisa menindak," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY Rony Primantoro di Yogyakarta, Kamis.

Menurut Rony, konten negatif tidak hanya berkaitan dengan berita bohong atau hoaks saja. Konten negatif juga berkaitan dengan pornografi, perjudian, pemerasan, penipuan, kekerasan, fitnah/pencemaran nama baik, pelanggaran kekayaan intelektual, produk dengan aturan khusus, provokasi SARA, serta terorisme/radikalisme.

"Konten negatif persebarannya tidak dibatasi administrasi. Dia menyebar secara global," kata dia.

Ia menyayangkan hingga saat ini belum ada laporan atau aduan yang masuk ke Diskominfo DIY, padahal saat ini banyak konten-konten negatif khususnya berkaitan berita bohong yang menyangkut kepentingan masyarakat.

"Maka kami berharap kalau ada yang merasa dirugikan dengan berita-berita hoaks segera melapor ke kami," kata dia.

Agar kesadaran masyarakat untuk menangkal informasi negatif meningkat, menurut Rony, Diskominfo DIY menggelar literasi secara rutin.

"Sasaran kami banyak. Ada yang tingkat literasi digitalnya sudah tinggi dan ada yang masih rendah," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda DIY AKBP Yulianto mengatakan Polda DIY melalui Tim Patroli Cyber yang dibentuk sejak 2016 juga terus menggencarkan patroli di dunia maya untuk mengantisipasi munculnya akun-akun penyebar ujaran kebencian dan hoaks di wilayah hukum setempat.

Ia mengatakan upaya menggencarkan patroli di dunia maya semata-mata untuk mempersempit peluang penyebaran ujaran kebencian dan hoaks.

"Begitu mendekati momen-momen khusus seperti Pileg atau Pilpres frekuensi (patroli di dunia maya) akan kami tingkatkan," kata Yulianto. ***2***


(L007)


Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar