Lajur Jalan Terban mengarah barat akan diperbanyak

id jalan

Salah satu ruas jalan di Yogyakarta (Foto Antara)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Dinas Perhubungan akan menambah lajur jalan untuk kendaraan ke arah barat dan mengurangi lajur kendaraan ke arah timur sebagai rekayasa lalu lintas bagi Jalan Terban, Yogyakarta.

"Akan ada tiga lajur ke arah barat dan satu lajur kendaraan ke arah timur," kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Golkari Made Yulianto di Yogyakarta, Kamis.

Rekayasa itu dilakukan berdasarkan simulasi dan kajian yang dilakukan untuk mengurangi kemacetan di jalan tersebut.

Saat ini, lajur kendaraan ke arah barat maupun ke arah timur berjumlah sama, yaitu masing-masing dua lajur yang dipisahkan pembatas jalan dan pohon perindang.

Menurut Golkari, penambahan lajur ke arah barat dilakukan karena jumlah kendaraan dari arah timur maupun dari selatan yang akan masuk ke Jalan Terban lebih banyak dibanding kendaraan yang mengarah ke timur.

Berdasarkan hasil pemodelan dan simulasi yang sudah dilakukan, model manajemen lalu lintas tersebut cukup efektif mengurai kepadatan lalu lintas yang terjadi di Jalan Cik Di Tiro.

"Nantinya, kendaraan dari arah timur tidak perlu berputar balik di Jalan Cik Di Tiro tapi bisa langsung ke arah barat karena pembatas jalan di sekitar Bundaran UGM akan dihilangkan," kata Golkari.

Dengan demikian, volume kendaraan yang masuk ke Jalan Cik Di Tiro bisa berkurang dan kepadatan lalu lintas di jalan tersebut akan kembali normal.

Golkari menambahkan model manajemen tersebut juga meminimalisasi potensi terjadinya "deadlock" di Bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM) karena panjang antrian di simpang empat Jalan Terban diperkirakan hanya mencapai sekitar 85 meter.

"Kami pun akan mengatur durasi lampu lalu lintas di simpang Jalan Terban agar seluruh antrian kendaraan bisa melaju saat lampu hijau," katanya.

Di simpang Jalan Terban, kendaraan yang akan berbelok ke kiri atau masuk Jalan C Simanjuntak harus menyesuaikan dengan nyala lampu lalu lintas.

"Tidak boleh belok kiri langsung. Jumlah kendaraan yang akan berbelok kiri biasanya juga tidak terlalu banyak," katanya.

Sedangkan lajur untuk ke arah timur tidak akan dikhususkan untuk kendaraan umum saja seperti wacana awal yang pernah muncul, namun dapat dimanfaatkan untuk seluruh pengguna kendaraan.

Meskipun demikian, penerapan manajemen lalu lintas di Jalan Terban tersebut baru akan dilakukan jika sudah ada proses revitalisasi jalan dan pemindahan pohon perindang di pembatas jalan.

"Secara informal, sudah ada komunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta untuk revitalisasi jalan serta dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk pemindahan pohon," katanya.

Golkari menyebut sudah melakukan komunikasi dengan Wahana Lingkungan Hidup terkait rencana pemindahan pohon perindang untuk kebutuhan manajemen lalu lintas di Jalan Terban.

Sementara itu, Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta Umi Akhsanti mengatakan masih perlu melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait manajemen lalu lintas di Jalan Terban.

"Pekerjaan apa saja yang perlu dilakukan akan disesuaikan dengan rencana manajemen lalu lintas dari Dinas Perhubungan. Kami masih perlu koordinasi lagi," katanya.

(E013)
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar