Bantul butuh Rp21 miliar rehabilitasi sarana pendidikan

id Sarana pendidikan,Bantul

Ilustrasi-UN SD Sejumlah pelajar sedang mengerjakan Ujian Nasional (UN) tingkat SD Sederajat . (Foto Antara/Yoga Pradeva/ags/15) ()

Bantul (Antaranews Jogja) - Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih membutuhkan anggaran sebesar Rp21 miliar untuk merehabilitasi bangunan maupun melengkapi sarana dan prasarana pendidikan di sekolah.

"Yang masih perlu direhab di lingkungan sekolah tidak hanya fisik, tetapi sarana prasarana, itu kami masih kurang sekitar Rp21 miliar," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Didik Warsito di Bantul, Jumat.

Menurut dia, fisik bangunan yang perlu direhabilitasi serta sarana dan prasarana penunjang pendidikan di sekolah yang perlu dilengkapi terbesar di sekolah dasar (SD), sementara sekolah menengah pertama (SMP) sudah cukup.

"Kalau untuk SMP Insya Allah sudah cukup, namun untuk SD masih banyak yang kurang dan kami sudah ada daftarnya sekolah itu di mana dan kekurangannya apa kami sudah mengantongi," katanya.

Didik menjelaskan, kondisi bangunan di sekolah yang perlu direhab serta perlu sarana prasarana sudah dialami sejak lama, tetapi kondisinya diperparah akibat peristiwa banjir karena cuaca ekstrim pada 28 November 2017.

"Dengan banjir itu otomatis bertambah, tapi Alhamdulillah untuk SD Seropan di Munthuk yang kemarin kurang, meski sudah terlambat, baik buku komputer maupun sarana prasarana lain Insya Allah bisa kami atasi," katanya.

Meski demikian, kata Didik, dalam melakukan rehabilitasi bangunan sekolah secara keseluruhan tidak serta merta mengandalkan anggaran daerah, melainkan juga dibantu dari dana tanggungjawab sosial perusahaan atau program CSR.

"Kalau kebanyakan rehab gedung, dan dinas dari tahun ke tahun juga menganggarkan rehab gedung, jadi banyak yang harus kami rehab gedung-gedung karena rata-rata bangunan sudah lama," katanya.

Namun, kata dia, tidak semua bangunan sekolah di Bantul sudah tua, karena memang banyak sekolah-sekolah yang dibangun pascagempa bumi 2006, tetapi justru gedung yang selamat dari gempa ini yang umurnya sudah tua perlu direhabilitasi.

"Nah itulah, jadi wajarlah kalau ada genteng bocor maupun kemudian ada kebocoran sampai ke kayu-kayunya nanti kami mesti rehab, kemarin di SD Dodogan Desa Situmulyo itu juga direhab," katanya.

(T.KR-HRI)
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar