Yogyakarta tambah delapan unit ambulan

id ambulan,ambulan pemkot yogya

Yogyakarta tambah delapan unit ambulan

Ambulans Pemkot Yogyakarta (Foto ANTARA/Eka Arifa R/ags/18)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta akan menambah delapan unit ambulan untuk melengkapi layanan kesehatan di puskesmas serta layanan di "Public Safety Center" 119.

"Satu ambulan akan dimanfaatkan untuk `Public Safety Center` (PSC) 119 dan sisanya untuk puskesmas yang belum memiliki ambulan," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Agus Sudrajat di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta rutin melakukan pengadaan ambulans untuk puskesmas yang dilakukan bertahap sehingga pada tahun depan hanya menyisakan lima dari 18 puskesmas yang belum memiliki ambulans.

Ambulan untuk puskesmas merupakan ambulan jenis transpor yang memiliki fungsi utama untuk mengantarkan pasien gawat darurat.

"Ambulan sudah akan dilengkapi dengan peralatan kesehatan meskipun terbatas. Berbeda dengan jenis ambulans gawat darurat yang akan digunakan oleh PSC 119," kata Agus.

Ambulans gawat darurat untuk PSC 119, lanjut Agus, akan memiliki dengan fasilitas "lifesaving" yang cukup lengkap seperti alat bantu pernafasan serta peralatan untuk mendukung keselamatan bayi dalam keadaan gawat darurat.

Pemerintah Kota Yogyakarta menganggarkan dana sekitar Rp1,65 miliar untuk pengadaan ambulans transpor dari APBD Kota Yogyakarta dan Rp735 juta untuk ambulans gawat darurat dari dana alokasi khusus.

Selama ini, lanjut Agus, PSC memiliki dua ambulans namun satu di antaranya kurang layak untuk diooperasionalkan sehingga perlu tambahan armada.

"Layanan PSC 119 di Kota Yogyakarta juga akan diubah menjadi unit pelaksana teknis (UPT) sehingga layanan bisa dilakukan lebih maksimal," katanya.

Layanan PSC 119 di Kota Yogyakarta dapat diakses melalui nomor telepon 0274-420118 atau 119 selama 24 jam.

Selama 2017, terdapat 953 kasus yang dilaporkan melalui telepon dan ditangani oleh petugas. Namun demikian, terdapat 272 telepon iseng dan 161 telepon salah sambung.

"Ada yang menelepon untuk bertanya mengapa listrik di rumahnya mati, bertanya tentang layanan di puskesmas, dan yang lain," kata Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Khusus Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Okto Heru Santosa.

Okto menyebut, PSC 119 Kota Yogyakarta memiliki jejaring yang berada di 11 rumah sakit dan PMI untuk mempercepat penanganan kegawatdaruratan.

"Kami berkomitmen menjaga `response time` kurang dari 15 menit sejak memperoleh informasi," katanya. 
(U.E013) 25-01-2018 16:49:30
Pewarta :
Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar