Sultan dukung usulan Sardjito sebagai pahlawan nasional

id Sardjito, pahlawan nasional

Prof. Dr. Sardjito (mgb.gt.web.id)

Yogyakarta, (Antaranews Jogja) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mendukung upaya sivitas akademika Universitas Gadjah Mada yang mengusulkan Prof Sardjito menjadi pahlawan nasional.

"Saya menyambut gembira dan mendukung pengusulan gelar pahlawan nasional bagi Prof Dr dr Sardjito," kata Sultan dalam sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur DIY Paku Alam X pada seminar regional dalam rangka pengusulan gelar pahlawan nasional bagi Prof Dr dr Sardjito di Balai Senat UGM, Yogyakarta, Kamis.

Sultan menilai, pemberian gelar pahlawan itu layak diberikan mengingat Sardjito telah banyak mendapatkan penghargaan seperti tanda jasa pahlawan, bintang mahaputera tingkat I, serta penghargaan lainnya.

Gelar pahlawan nasional itu, kata Sultan, berpedoman pada Undang-Undang (UU) No. 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan tanda kehormatan, khususnya pasal 26. Dalam pasal tersebut dijelaskan gelar yang diberikan kepada seseorang yang telah meninggal dunia dan yang semasa tinggal pernah melakukan perjuangan atau perjuangan dalam bidang lain untuk mencapai, merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

"Dengan peran yang sangat besar di masa kemerdekaan Prof Dr dr Sardjito layak diberi anugerah sebagai pahlawan nasional. Mudah-mudahan pengusulan gelar pahlawan nasional ini bisa berjalan lancar," kata dia.

Sementara itu, Rektor UGM Panut Mulyono menilai Prof Sardjito sebagai sosok yang sejak muda dikenal pandai, tekun, serta memiliki semangat di bidang kesehatan dan pendidikan. Melalui bidang kesehatan ini mengantarkan Sardjito berperan aktif sejak perang kemerdekaan demi setelah kemerdekaan.

"Prof Sardjito merupakan alumni STOVIA yang berdedikasi tinggi dan memiliki segudang prestasi. Dengan kemampuan itu tidak lantas lepas perannya sebagai putra bangsa," kata dia.

Ia mengatakan dalam masa revolusi fisik dan penuh dengan keterbatasan, Sardjito menyuplai obat-obatan berbagai vaksin serta vitamin yang dikenal dengan sebutan "Biskuit Sardjito" bagi TNI yang tengah berperang.

Sardjito, kata Panut memiliki keteladanan dan pemikiran yang harus dijaga antara lain pengabdian, penelitian yang harus diarahkan pada kemanusiaan, menjaga etika penelitian, dan perguruan tinggi harus bersih serta mengangkat kebudayaan indonesia.

"Atas dasar perjuangan dan pengorbanan Prof Sardjito yang sangat hebat ini kami mengusulkan gelar pahlawan nasional," kata dia. ***4***
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar