Mendag buka perundingan RCEP-21 di Yogyakarta (video)

id RCEP-21,Enggartiasto Lukita

Mendag buka perundingan RCEP-21 di Yogyakarta (video)

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita membuka perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) putaran ke-21 di Yogyakarta (Foto ANTARA/Hendra Nurdiyansyah)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita membuka perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) putaran ke-21 di Yogyakarta, Selasa. 

Pertemuan itu dihadiri para delegasi ekonomi 16 negara anggota RCEP yang terdiri atas 10 negara ASEAN (Brunei, Myanmar, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam) dengan Australia, China, India, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru.

"Semua leader dari negara-negara anggota RCEP telah menyepakati bahwa tahun ini perundingan bisa selesai," kata Menteri Enggartiasto.

Menurut dia, perundingan yang digadang-gadang mewujudkan sebuah blok perdagangan terbesar dunia itu telah membuahkan banyak progres dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Masing-masing negara anggota RCEP, menurut dia, mulai menemukan titik temu untuk disepakati bersama.

"Perkembangannya sudah lebih maju dibandingkan 2017. Semula memang agak sulit memadukan berbagai kepentingan terutama bagi negara-negara yang belum pernah melakukan perjanjian dengan negara lain," kata dia.

Mendag RI itu mengatakan RCEP merupakan salah satu perjanjian perdagangan yang menyangkut hampir setengah dari penduduk dunia. Jika perjanjian itu bisa disepakati, maka total produk domestik bruto (PDB) yang tergabung dalam RCEP mencapai 23,8 triliun dolar AS.

Karena itu, perjanjian perdagangan yang disepakati negara-negara RCEP diyakini Enggartiasto akan memberikan dampak signifikan terhadap upaya peningkatan ekspor Indonesia.

"Seperti disampaikan Presiden Joko Widodo, RCEP akan menjadi salah satu prioritas perjanjian karena dengan demikian ekspor kita akan meningkat dan tentu juga investasi serta jasa," kata dia.

Meski pada 2018 ditargetkan perundingan dalam RCEP bisa disepakati, Enggartiasto memperkirakan implementasi dari perundingan itu baru efektif dilaksanakan mulai 2019.

"Target implementasi perjanjian ini secara efektif tahun depan, jadi kita baru mulai bisa rasakan tahun depan," kata dia pula.
(T.L007) 06-02-2018 12:36:35


Pewarta :
Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar