KPU Kulon Progo lakukan uji publik dapil

id kpu kulon progo

Ketua KPU Kabupaten Kulon Progo Muh Isnaeni. (Foto Mamiek/Antara)

Kulon Progo, (Antaranews Jogja) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. melakukan uji publik draf usulan daerah pemilihan dan alokasi kursi DPRD Kulon Progo pada Pemilu 2019.

Ketua KPU Kulon Progo Muhammad Isnaeni di Kulon Progo, Kamis, mengatakan mayoritas peserta uji publik, khususnya pengurus partai politik (parpol) menginginkam tidak ada perubahan daerah pemilihan, yakni lima dapil seperti pada Pemilu 2014.

"Tahapan setelah uji publik adalah pengusulan ke KPU DIY dan dilanjutkan ke KPU RI untuk penetapan dapil. Dari tiga draf usulan dapil, mayoritas menginginkan dapil lama. Kemudian berikutnya yang empat dapil dan adalagi yang enam dapil," kata Isnaeni.

Ia mengatakan tiga draf dapil dan alokasi kursi Pemilu DPRD kabupaten untuk Pemilu 2019, yakni draf pertama untuk lima dapil, draf kedua empat dapil dan draf ketiga enam dapil.

Draf pertama untuk lima dapil, yakni Dapil I meliputi Temon, Wates, dan Panjatan dengan alokasi 10 kursi. Dapil II meliputi Pengasih, dan Kokap dengan alokasi delapan kursi. Dapil III meliputi Girimulyo, Samigaluh, dan Kalibawang dengan alokasi delapan kursi. Dapil IV meliputi Sentolo dan Nanggulan dengan alokasi tujuh kursi. Kemudian Dapil V meliputi Galur dan Lendah dengan alokasi tujuh kursi.

Draf kedua untuk empat dapil, yakni Dapil I meliputi Temon, Wates, dan Panjatan dengan alokasi 10 kursi. Dapil II meliputi Pengasih, Kokap dan Nanggulan dengan alokasi 11 kursi. Dapil III meliputi Girimulyo, Samigaluh dan Kalibawang dengan alokasi delapan kursi. Dapil IV meliputi Galur, Lendah, dan Sentolo dengan alokasi 11 kursi.

Draf ketiga untuk enam dapil, yakni Dapil I meliputi Temon dan Wates dengan alokasi tujuh kursi. Dapil II meliputi Pengasih dan Kokap dengan alokasi delapan kursi. Dapil III meliputi Girimulyo dan Nanggulan dengan alokasi lima kursi. Dapil IV meliputi Samigaluh dan Kalibawang dengan alokasi lima kursi. Dapil V meliputi Lendah dan Sentolo dengan alokasi delapan kursi. Dapil VI meliputi Panjatan dan Galur dengan alokasi tujuh kursi.

Isnaini mengatakan masing-masing draf dapil sudah disesuaikan dengan tujuh prinsip penataan dapil. Prinsip tersebut meliputi kesetaraan suara, ketaatan pada sistem pemilu yang proporsional, proporsional, integritas wilayah, coterminus, kohesivitas, dan kesinambungan.

"Masukan partai akan menjadi pertimbangan KPU untuk menetapkan dapil," katanya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kulon Progo Sudarta mengatakan pihaknya cenderung mengusulkan lima atau enam dapil di Kulon Progo.

"Hari ini Undang-Undang Pemilu sudah tidak berubah sehingga menurut kami sederhana, kalau memang ini dianggap sudah terbaik ya tetap, tetapi kalau kurang baik mestinya dapil ini kami tambah untuk mendekatkan pemilih kepada yang dipilih," katanya. ***2***

(KR-STR)


Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar