"Jogja Heboh" belum signifikan naikkan okupansi hotel

id Hotel,Jogja heboh

Receptionist di salah satu hotel di Yogyakarta (Foto Antara/doc)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia DIY mengatakan paket wisata murah "Jogja Heboh" yang diluncurkan sejak 27 Januari 2018 hingga saat ini belum signifikan menaikkan okupansi hotel di kota itu.

"Belum banyak peminatnya. Kami perkirakan baru mampu meningkatkan 5 persen tingkat hunian kamar hotel," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Istijab M Danunagoro di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, sejak awal Januari 2017 hingga saat ini rata-rata okupansi atau tingkat hunian kamar hotel, baik berbintang atau nonbintang (melati) di DIY masih berkisar 30-50 persen.

Karena paket itu hanya diberlakukan selama Februari, menurut dia, PHRI DIY terus menggencarkan dan mempromosikan selebaran paket itu melalui pusat-pusat informasi pariwisata dan sejumlah maskapi penerbangan.

"Kami belum bisa memastikan angkanya karena biasanya pemesanan melalui masing-masing hotel dan agen travel kami yakin pemesanan masih bisa meningkat," kata dia.

Istijab menilai terobosan paket-paket murah seperti "Jogja Heboh" penting dilakukan mengingat masing-masing hotel harus saling bersaing mengingat jumlah kamar hotel di DIY yang dinilainya sudah `over supply`.

Sebanyak 40 hotel berbintang yang berpartisipasi dalam program "Jogja Heboh" menawarkan diskon tarif menginap hingga 60 persen.

Demikian juga dengan biro perjalanan yang tergabung dalam ASITA?Daerah Istimewa Yogyakarta akan memberikan paket perjalanan murah serta menawarkan destinasi-destinasi wisata baru dan menarik di Yogyakarta.

Sedangkan maskapai penerbangan nasional yang dilibatkan dalam program wisata murah Jogja Heboh antara lain Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Sriwijaya Air, Nam Air, serta Batik Air.





(T.L007)























































Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar