Wabup : pastikan pesantren tidak mengajarkan paham ekstrem

id pesantren

Ilustrasi santri sedang belajar di pesantren (Foto antaranews.com)

Bantul (Antaranews Jogja) - Wakil Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Abdul Halim Muslih mengharapkan orang tua yang akan menyekolahkan anaknya di pondok pesantren terlebih dulu memastikan bahwa pesantren itu tidak mengajarkan paham yang bersifat ekstrem.

Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dalam pengarahan saat taaruf calon jama`ah haji Bantul 2018 di Masjid Agung Bantul, Selasa, mengatakan, orang tua agar memastikan pesantren tidak mengajarkan hal yang bersifat ekstrem untuk mengantisipasi atau terlibat dalam kelompok berpaham agama ekstrem.

"Kami berpesan kepada bapak dan ibu dalam memberikan pendidikan, terutama jika akan memasukkan putra-putrinya di pondok pesantren, harus dipastikan bahwa pondok pesantren itu terstandar nasional dan tidak mengajarkan hal-hal yang bersifat ekstrem," katanya.

Wabup Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, sebab kelompok yang berpaham agama dengan ekstrem tersebut tidak sesuai dengan ajaran Nabi, apalagi misi dan visi pendidikan di Bantul di antaranya adalah mencerdaskan, berakhlak mulia dan berkarakter Indonesia.

Halim mengatakan, apalagi pada akhir-akhir ini masih banyak anak muda yang belajar sendiri ilmu agama dari buku-buku pemberian oknum yang tidak bertanggung jawab, atau mengajarkan ilmu agama yang ekstrim serta tidak mengenal toleransi.

"Toleransi merupakan salah satu hal yang diajarkan Nabi Muhammad. Sehingga dalam belajar ilmu agama harus mencari guru agama yang benar, agar ilmunya dapat mengantarkan menuju peningkatan kualitas akhlak," katanya.

Wakil Bupati Bantul mengatakan, ibadah haji adalah ibadah penyempurna dalam melaksanakan rukun Islam, untuk itu dia berpesan agar calon jamaah haji dapat mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.

"Untuk melaksanakan ibadah haji membutuhkan mental yang kuat serta fisik yang sehat dan bugar juga ilmu yang cukup, agar amal ibadahnya tidak menjadi rusak. Semoga dapat melaksanakan haji dengan lancar dan menjadi haji yang mabrur," katanya.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul Sukendro mengatakan, jumlah calon jamaah haji dari Bantul yang akan berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan haji pada 2018 sebanyak 943 orang yang tersebar di Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) se-Bantul.

Menurut dia, acara taaruf calon jamaah haji tersebut bertujuan untuk bersilaturahmi antara calon jamaah haji dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul dan antar calon jamaah haji yang akan berangkat tahun ini.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar