Bantul siapkan delapan kali pameran kerajinan

id pameran kerajinan

Ilustrasi pameran produk kerajinan (Foto Antara)

Bantul (Antaranews Jogja) - Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun anggaran 2018 menyiapkan delapan kali pameran kerajinan untuk diikuti perajin maupun pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif.

"Tahun 2018 ini ada delapan kali pameran kerajinan yang kita agendakan, baik itu pameran di tingkat Yogyakarta maupun tingkat nasional," kata Kepala Seksi Pengembangan Ekspor Dinas Perdagangan Bantul Suryono di Bantul, Selasa.

Menurut dia, pameran kerajinan yang diagendakan dan difasilitasi dinas bertujuan untuk mempromosikan produk industri perajin Bantul ke wilayah yang lebih luas baik wilayah provinsi maupun ke seluruh daerah di Tanah Air.

Produk kerajinan yang diikutsertakan dalam pameran adalah produk yang punya peluang di pasar luas namun selama ini kurang terpromosikan dengan baik atau kurang maksimal karena keterbatasan sarana maupun sumber daya manusia.

"Kalau pameran internasional di luar negeri memang tidak diperkenankan, akan tetapi dalam pameran nasional yang diadakan di Jakarta juga biasanya pengunjung tidak hanya dari dalam negeri, namun ada yang dari luar negeri," katanya.

Dengan demikian, kata dia, selain meningkatkan promosi kerajinan Bantul ke dalam negeri juga ke luar negeri melalui pembeli besar, sehingga pada saatnya nanti berdampak pada peningkatan volume penjualan dan kesejahteraan perajin.

"Tentunya yang ikut pameran itu, mereka yang mengajukan proposal dan lolos verikiasi, yang utama itu produk kerajinan mereka punya potensi pasar, bahkan layak ekspor, karena nanti mereka ini membawa nama Bantul," katanya.

Selain memfasilitasi perajin Bantul ikut pameran kerajinan, kata dia, dalam upaya meningkatkan kapasitas produksi serta memberi pemahamanan mengenai aktifitas perdaganga, dari dinas juga melakukan pendampingan SDM serta pelatihan ekspor

"Untuk pelatihan ekspor, setiap tahun baru dianggarkan untuk 30 pelaku usaha, mereka kita kirim ke terminal Peti Kemas Surabaya biar mereka kita melihat langsung mengeskpor kerajinan, sehingga harapanya bisa jadi eksportir," katanya.

Sementara itu, data perkembangan ekspor di Bantul dalam dua tahun terakhir mengalami kenaikan, yaitu pada 2017 sebesar 79,2 juta dolar AS dengan volume 10.168 ton, sedangkan ekspor di 2016 sebesar 73,9 juta dolar AS dengan volume 9.642 ton.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar