ASN Yogyakarta diminta tidak terpengaruh rencana mutasi

id Pns

Ilustrasi (Foto Istimewa) (istimewa)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti meminta seluruh aparatur sipil negara di lingkungan pemkot setempat tetap fokus bekerja dan tidak terpengaruh rencana mutasi jabatan yang akan segera dilakukan.

"Penataan akan dilakukan dalam waktu dekat. Tetapi pegawai tidak perlu kasak-kusuk mencari informasi. Tetap fokus bekerja memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat," kata Haryadi di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, mutasi atau penataan pegawai merupakan kegiatan yang lumrah dilakukan untuk peningkatakan birokrasi dan sekaligus pelayanan kepada masyarakat.

Pemerintah Kota Yogyakarta berencana melakukan penataan pegawai dengan jumlah cukup banyak mulai dari pegawai dengan jabatan eselon II, III dan IV.

"Pegawai pun harus siap ditempatkan di dinas mana pun sesuai dengan keahlian dan kapasitasnya," katanya.

Ia pun meminta agar pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta tidak mempercayai pihak mana pun yang menawarkan atau menjanjikan jaminan bahwa bisa mengisi pos jabatan tertentu. "Proses penataan jabatan sudah ada mekanisme tersendiri melalui Badan Pertimbangan Kepangkatan dan Jabatan untuk eselon III dan IV," katanya.

Sedangkan untuk jabatan eselon II akan dibentuk panitia seleksi.

Sebelumnya, Anggota Komisi A DPRD Kota Yogyakarta Bambang Anjar Jalumurti mengatakan, wajar jika banyak pegawai yang bertanya-tanya tentang realisasi rencana penataan pegawai.

"Karena rencana ini sudah berhembus cukup lama sejak akhir tahun lalu, tentu banyak pegawai yang bertanya-tanya tentang realisasi rencana tersebut. Harapannya, bisa segera dilakukan agar tidak mengganggu ritme kerja pegawai," katanya.

Salah satu kekhawatiran Bambang, adalah pegawai memilih bersikap pasif dan tidak bekerja maksimal karena merasa akan menjadi salah satu pegawai yang dirotasi. "Mereka enggan berinovasi karena khawatir pekerjaan yang sudah dilakukan menjadi sia-sia saat dipindah," katanya. ***2***

(E013)


Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar