Wabup: pemberitaan intoleransi harus berorientasi meredam konflik

id wakil bupati bantul

Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih (tengah). (Foto Antara)

Bantul (Antaranews Jogja) - Wakil Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Abdul Halim Muslih mengharapkan pemberitaan mengenai kasus-kasus intoleransi oleh media massa di di daerah ini harus berorientasi meredam konflik itu.

"Media saat ini semakin menunjukkan posisinya yang lebih strategis, oleh karena itu pemberitaan mengenai konflik-konflik atau kasus intoleransi harus bisa disajikan sebijaksana mungkin dengan orientasi meredam konflik itu," katanya di Bantul, Senin.

Menurut Wakil Bupati di sela-sela acara workshop dengan tema `Peran Media Dalam Merajut Kebhinekaan` di Bantul, dengan begitu pemberitaan media massa terhadap konflik atau intoleransi yang akhir-akhir ini muncul tidak memperkeruh suasana.

"Jadi pemberitaan mengenai tindakan intoleransi itu jangan sampai beritanya justru menyulut konflik yang lebih luas, tetapi harus kita orietansikan untuk meredam dan membatasi kemungkinan meluasnya konflik itu," katanya.

Oleh sebab itu, Wakil Bupati Bantul meminta pemberitaan konflik atau kasus intoleransi harus menggunakan bahasa atau kata-kata yang lebih tepat untuk hindari adanya potensi perkembangan konflik yang lebih luas.

Wabup mengatakan, akhir-akhir ini di wilayah DIY termasuk Kabupaten Bantul tersorot secara nasional sebagai daerah yang sedang mengalami tantangan keberagaman menyusul adanya beberapa insiden dan peristiwa akhir-akhir ini yang mengarah pada tindakan intoleransi.

"Tentu ini sangat mencederai visi misi Kabupatan Bantul, utamanya yang tertuang dalam sila ke-lima Pancasila. Dan ini harus kita tangani bersama-sama, agar kasus tersebut tidak semakin melebar," kata Halim.

(T.KR-HRI) 19-02-2018 16:34:58
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar