Disnaker Sleman rutin monitoring lulusan pelatihan keterampilan

id Vokasi

Ilustrasi pelatihan keterampilan (Foto Antara)

Sleman (Antaranews Jogja) - Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, rutin melakukan pemantauan terhadap setiap lulusan pelatihan keterampilan bagi angkatan kerja.

"Monitoring ini kami perlukan untuk mengetahui apakah angkatan kerja sudah tersalur di dunia kerja atau mereka yang membuka usaha mandiri sebagai wirausaha," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sleman Untoro Budiharjo, Rabu.

Menurut dia, monitoring dilakukan setiap tahun setelah angkatan pelatihan keterampilan kerja selesai dilakukan.

"Seperti pada 2017 monitoring kami lakukan untuk angkatan pelatihan pada 2016, begitu seterusnya," katanya.

Ia mengatakan, untuk memudahkan monitoring pihaknya juga meminta para peserta yang telah selesai mengikuti pelatihan untuk melapor apakah sudah terserap dunia kerja atau belum.

"Namun serapan tenaga kerja ini berviariasi, ada yang langsung terserap di dunia kerja, ada yang beberapa bulan kemudian dan bahkan ada yang beberapa tahun kemudian baru terserap. Namun ada yang tidak melapor, sehingga kami lakukan monitoring secara `door to door`," katanya.

Untoro mengatakan, monitoring yang dilakukan pada 2017 untuk angkatan pelatihan 2016 tercatat dari 734 responding masih ada sebanyak 57 persen yang belum terserap dunia kerja.

"Sedangkan yang sudah terserap sebesar 42 persen di dunia kerja informal dan mandiri," katanya.

Ia mengatakan, program pelatihan keterampilan angkatan kerja ini sudah cukup lama dilakukan Disnaker Sleman. Dengan perkembangan situasi adanya pasar bebas ASEAN, maka pelatihan lebih ditingkatkan dan difokuskan agar tenaga kerja kita bisa bersaing dan keluar dan sebaliknya bisa bersaing menghadapi tenaga kerja dari luar.

"Jika tenaga kerja Sleman tidak terdidik akan kalah dalam persaingan dengan tenaga kerja luar. Bukan hanya tenaga kerja dari luar negeri, tetapi juga tenaga kerja dari luar daerah yang datang ke Sleman," katanya.

Menurut dia, pelatihan sangat diperlukan karena diharapkan mereka bisa bekerja di sektor formal dengan jaminan masa depan yang lebih baik.

"Kalau kemampuan baik maka daya saing baik dan jenjang karir juga terjamin," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar