Sultan berharap program pemberdayaan disabilitas dapat berkelanjutan

id sultan, disabilitas

Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X (kanan) berdialog dengan seorang penyandang disabilitas peserta program RISE Maybank. (Foto Istimewa)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X berharap program pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas dapat berkelanjutan untuk meningkatkan harkat dan martabat mereka.

"Oleh karena itu, saya berharap program pelatihan dan pendampingan wirausaha bagi para penyandang disabilitas yang dilakukan Maybank dapat berjalan secara berkelanjutan," kata Sultan di sela peluncuran program "Reach Independence & Sustainable Entrepreneurship" (RISE) di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, program RISE yang digagas Maybank Foundation bersama PT Maybank Indonesia Tbk itu patut diapresiasi karena upaya pelatihan dan pendampingan para disabilitas agar mendapatkan hak untuk berwirausaha tidak semudah membalikkan telapak tangan.

"Pelatihan dan pendampingan wirausaha itu dapat menjadi salah satu solusi di hilir terhadap masalah penanganan penyandang disabilitas, termasuk rekrutmen penyandang disabilitas ke grup usaha yang ada," katanya.

Sultan mengatakan, melalui program tersebut diharapkan para penyandang disabilitas dapat menjalankan profesinya di masyarakat secara luas. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan harkat dan martabat para penyandang disabilitas di Indonesia terutama di DIY.

"Saya berharap program RISE dapat mengatasi masalah yang dihadapi para penyandang disabilitas dalam mengembangkan diri," kata Sultan yang juga Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Chairman Maybank Group Datuk Mohaiyani Shamsudin mengatakan RISE merupakan program pembinaan kewirausahaan dan keuangan kepada para penyandang disabilitas.

Program itu terdiri atas program pelatihan selama tiga hari dan dilanjutkan dengan program mentoring terstruktur kepada para penerima manfaat selama 3-6 bulan.

Selama masa pelatihan, kata Datuk Mohaiyani, para penyandang disabilitas dibekali dengan pengetahuan pengelolaan keuangan, strategi pemasaran dan perubahan pola pikir dalam mengelola usaha.

"Kemudian dalam program mentoring, para peserta didampingi mentor secara personal untuk meningkatkan pendapatan dan kapasitas usaha," katanya.

Menurut dia, program RISE bertujuan membangun dan meningkatkan kapabilitas usaha para penyandang disabilitas sehingga dapat memberikan dampak positif bagi komunitas di sekitarnya.

Dengan peningkatan kapabilitas usaha, para penyandang disabilitas bukan hanya dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi sesama komunitas penyandang disabilitas tetapi juga dapat mempekerjakan orang lain termasuk masyarakat marjinal.

"Dengan demikian, dapat memberikan `multiplier effect` bagi masyarakat di sekitarnya. Dalam pelaksanaan program itu, Maybank Foundation dan Maybank Indonesia dibantu People Systems Consultancy (PSC)," katanya.

Melalui program RISE, Maybank Group turut mendukung upaya membangun komunitas berdikari, dengan menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan berdampak positif bagi masyarakat, selaras dengan misi "humanising financial services".

"Program itu juga selaras dengan misi ASEAN dan lima sasaran United Nations Sustainable Development Goals yaitu tanpa kemiskinan, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan yang layak dan mengurangi kesenjangan," katanya.

Peluncuran RISE dihadiri Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria, CEO Maybank Foundation Shahril Azuar Jimin, dan anggota Board of Trustee Maybank Foundation yakni Datin Paduka Marina Mahathir, Dato` V Danapalan, dan Budhi Diyah Sitawati.

Selain itu, Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sarjito, Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Horas VM Tarihoran, Kepala Kantor OJK Yogyakarta Untung Nugroho, dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY Budi Hanoto. ***3***

(U.B015) 26-02-2018 21:33:38
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar