
Bupati Sleman : permasalahan lingkungan tetap menjadi prioritas

Sleman (Antaranews Jogja) - Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan penurunan kualitas lingkungan hidup masih menjadi isu strategis dan tetap menjadi prioritas pada 2018.
"Rendahnya kualitas lingkungan hidup tersebut terlihat dari masih rendahnya indeks kualitas lingkungan hidup, yaitu di bawah 40 persen," kata Sri Purnomo pada saresehan peduli sampah dan gropyokan sampah di Candikarang, Ngaglik, Jumat.
Menurut dia, guna mengatasi masalah tersebut perlu diupayakan peningkatan daya dukung lingkungan yang lebih memadai dengan upaya meningkatkan pengelolaan sampah 3R, mempertahankan luasan RTH di wilayah perkotaan, dan mengendalikan pencemaran lingkungan.
"Timbulan, jumlah dan volume sampah berbanding lurus dengan tingkat konsumsi terhadap produk yang digunakan sehari-hari. Demikian juga jenis sampah sangat tergantung dari jenis material yang dikonsumsi," katanya.
Ia mengatakan, pengelolaan sampah tidak bisa lepas dari gaya hidup masyarakat. Begitu kompleksnya masalah pengelolaan sampah, sehingga perlu kesadaran semua pihak dalam melihat permasalahan sampah.
"Sedangkan di wilayah Kabupaten Sleman saat ini telah terbentuk 275 bank sampah dan 31 kelompok pengelola sampah mandiri (melakukan 3R) yang merupakan kegiatan masyarakat. Jumlah tersebut terus diupayakan meningkat sebagai upaya mengurangi timbunan sampah dari sumbernya," katanya.
Sri Purnomo mengatakan, dalam pelaksanaan pelayanan publik dalam pengelolaan sampah, Pemerintah Kabupaten Sleman telah membangun 28 transfer depo dan telah merencanakan setiap desa memiliki transfer depo di wilayah.
Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman Purwanto mengatakan bahwa maksud dan tujuan kegiatan saresehan tersebut untuk mensosialisasikan kebijakan dan program pengelolaan sampah kepad masyarakat dalam mewujutkan Sleman bersih, indah dan hijau.
"Juga untuk meningkatkan kesadaran dan motivasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dan meningkatkan budaya bersih masyarakat," katanya.
Pada kesempataan tersebut juga dilakukan penanaman pohon penghijauan oleh Bupati Sleman dan Kepala P3EJ.
Sedang peserta sarasehan dan gropyok sampah tersebut antara lain? Forum Komunitas peduli lingkungan, Forum Komunitas Sungai, Saka Pramuka Gerakan Pramuka Kwarcab Sleman, dan kelompok pengelola sampah mandiri dan masyarakat sekitar yang jumlahnya sekitar 400 an orang.
Kegiatan gropyok sampah tersebut pada intinya memindahkan sampah yang ada di tempat pembuangan sampah liar di Candikarang untuk dipindahkan ke TPA Piyungan yang diperkirakan mencapai 10 truk.
Setelah tempat tersebut bersih dari sampah akan digunakan sebagai lahan penghijauan dan perikanan.
(U.V001/B/Y008/Y008) 02-03-2018 13:08:58
Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
