Dybala membawa Juventus meraih kemenangan dramatis

id juventus

Dybala membawa Juventus meraih kemenangan dramatis

Ilustrasi Juventus merayakan kemenangan (Foto antaranews.com)

Milan (Antaranews Jogja/Reuters) - Harapan-harapan pemuncak klasemen Liga Italia Napoli untuk meraih gelar mendapat hantaman ketika mereka kalah 2-4 dari AS Roma pada Sabtu, sedangkan Paul Dybala mencetak gol dari posisi yang terlihat tidak memiliki peluang pada fase akhir pertandingan untuk membawa Juventus menang 1-0 di markas Lazio.

        Gol Dybala membuat Juve mencatatkan kemenangan beruntun kesepuluhnya di liga, sedangkan Napoli melihat laju sepuluh kemenangan beruntunnya di Liga Italia melalui dua gol dari Edin Dzeko dan masing-masing satu gol dari Cengiz Under dan Diego Perotti.

        Napoli, yang kalah untuk kedua kalinya di liga musim ini, memimpin dengan 69 poin dari 27 pertandingan namun Juve kini hanya terpaut satu posisi di belakang dan, krusialnya, memiliki satu pertandingan yang belum dimainkan menjamu Atalanta pada 14 Maret, jadwal yang dibatalkan karena masalah salju pada Minggu lalu.

        Roma terbantu dengan penampilan luar biasa dari kiper asal Brazil Alisson, yang melakukan serangkaian penyelamatan pada momen-momen penting di mana Lorenzo Insigne menjadi korban utamanya.

        Napoli, yang bermain setelah pertandingan Juve selesai dimainkan, memulai pertandingan dengan baik ketika Insigne membawa mereka memimpin pada menit keenam namun Under menyamakan kedudukan semenit kemudian melalui tembakan yang terdefleksi, yang melampaui kiper Pepe Reina.

        Dzeko membawa Roma memimpin dengan sundulan dari umpan silang Alessandro Florenzi pada menit ke-26, dan penyerang Bosnia menambahi gol ketiga pada menit ke-73 ketika ia bergerak memotong pengawalnya dan melepaskan tembakan melengkung yang gagal dijangkau Reina.

        Dengan melakukan hal itu, ia menjadi pemain pertama untuk mengemas setidaknya 50 gol di tiga dari lima liga teratas di Eropa -- 66 gol di Liga Jerman, 50 gol di Liga Inggris, dan 50 gol di Liga Italia.

        Kekalahan semakin terbayang di depan mata ketika Perotti mencetak gol enam menit kemudian, mengambil keuntungan penuh dari sapuan buruk Mario Rui, meski Dries Mertens membuat skor menjadi lebih "ramah" pada fase akhir pertandingan, mengemas gol melalui sepakan mendatar dari luar kotak penalti.

        Lazio memiliki permainan yang lebih baik saat melawan Juventus sampai sang pemegang gelar, dari gaya tipikal, mengamankan tiga poin dengan tembakan ke gawang ketiganya di fase akhir pertandingan. 
  
       Dikelilingi tiga pemain bertahan, Dybala mendapat bola di luar kotak penalti Lazio dengan punggungnya menghadap ke gawang, berbalik dan menggulirkan bola melalui sela-sela kaki pemain lawan, terjatuh setelah mendapat hantaman berikutnya dan masih mampu melepaskan tembakan melewati Thomas Strakosha dari posisi terjatuh.

        Juve mencatatkan "clean sheet" untuk ketujuh kalinya secara beruntun di liga dan satu-satunya tim yang mencetak gol ke gawang mereka di kompetisi apapun tahun ini adalah Tottenham Hotspur, yang akan menjamu tim Turin itu pada Rabu di leg kedua putaran 16 besar Liga Champions.

        "Hasil imbang juga akan menjadi adil namun ini merupakan tiga poin yang sangat penting," kata pelatih Juventus Massimiliano Allegri.

        Kekalahan ini melengkapi pekan yang berat untuk Lazio yang kalah adu penalti dari AC Milan di semifinal Piala Italia pada Rabu.

        "Itulah sepak bola, masih ada 20 detik untuk dimainkan," kata pelatih Lazio Simone Inzaghi. "Kami bermain baik, kami tidak kemasukan apapun dari Juve dan kami kecewa dengan cara hal ini selesai".
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar