Gunung Kidul usulkan perubahan data penerima BPNT

id BPNT,Gunung Kidul

Ilustrasi, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) antri memadati Komplek Pergudangan Bulog. DOK (ANTARA FOTO/Rony Muharrman/ama.)

Gunung Kidul (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengusulkan perubahan data sekitar 9.000 kepala keluarga penerima manfaat program Bantuan Pangan Nontunai.

Kepala Dinas Sosial Gunung Kidul, Siwi Iriyanti di Gunung Kidul, Selasa, mengatakan data program BNPT diberikan kepada 88.262 kepala keluarga penerima manfaat, saat ini sudah selesai dilakukan validasi.

Hasilnya sekitar 9.000 keluarga penerima manfaat diubah, antara lain karena meninggal, ganda, atau pindah.

"Jumlah penerimanya tetap, tetapi ada yang diganti karena beberapa alasan, jumlahnya ada sekitar 9.000-an," katanya.

Dia mengatakan perubahan ini hasil musyawarah desa (musdes), yang kemudian diserahkan ke Dinas Sosial, dan diteruskan ke kementrian untuk ditindaklanjuti perubahannya.

"Saat ini sudah diajukan perubahan data hasil musdes ke kementrian. Harapannya agar data yang dihasilkan sama," imbuhnya.

Siwi mengatakan saat ini keluarga penerima manfaat masih menerima beras sampai Maret, lalu pada April mendatang diubah menjadi BPNT.

"Mulai April bantuannya berupa kartu yang bisa ditukarkan ke warung berupa beras atau telur. Bisa dua duanya, kartunya berisi uang Rp110 ribu," katanya.

Kepala Sub Bagian Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Bagian Kesejahteraan Rakyat, Setda Gunung Kidul Suyono menambahkan dengan jumlah keluarga mencapai 80 ribu lebih memerlukan 360 e-Warong yang bisa digunakan untuk mencairkan bantuan. Adapun e-Warong akan ada tiga jenis yakni program dari Bank Mandiri, rumah pangan kita dari bulog dan kelompok usaha bersama (Kube) dari Kementrian Sosial.

"Nantinya masyarakat bisa memanfaatkan e-Warong untuk membeli kebutuhan," katanya.
(U.KR-STR) 13-03-2018 16:34:43
Pewarta :
Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar