Pemkab kaji GTT/PTT terancam tidak dapat BOS

id BOS

BOS (antarajambi..com)

Gunung Kidul (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengkaji keluhan GTT/PTT yang terancam tidak mendapatkan tunjangan dari Bantuan Operasional Sekolah pascaditerbitkannya Permendikbud Nomor 1 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis BOS 2018.

Bupati Gunung Kidul Badingah di Gunung Kidul, Selasa, memaparkan bahwa saat ini pihaknya telah berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) berkaitan dengan keluhan guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap (GTT/PTT) tersebut.

"Kami sudah meminta data seluruh GTT dan PTT dari Disdikpora. Dalam waktu dekat ini sudah siap dan akan dikirimkan ke kami," kata Badingah.

Ia mengatakan data yang diminta merupakan identifikasi lengkap dari seluruh GTT maupun PTT di lingkungan sekolah. Data yang diminta adalah data yang lengkap, seperti nama, alamat, instansi tempat bekerja, kapan diangkat, oleh siapa hingga bagaiamana selama ini pembiayaannya.

"Dari data tersebut, nantinya akan dikaji, diolah sekaligus juga diklasifikasikan oleh jajarannya berkaitan dengan kompetensi yang bersangkutan," katanya.

Badingah berharap GTT dan PTT untuk tetap tenang dan menunggu proses di Pemkab Gunungkidul. Pihaknya akan segera memberikan solusi untuk menjawab keresahan para GTT dan PTT.

Meski demikian, solusi yang ditawarkan ini nantinya juga tak lepas dari analisis kemampuan keuangan daerah.

"Kita tunggu saja bagaimananya. Kalau proyeksinya nanti akan kita jadikan semacam tenaga harian lepas (THL)," imbuhnya.

Ketua Forum Honorer Sekolah Negeri (FHSN) Aris Wijayanto berharap solusi dari pemerintah pasca diberlakukannya Permendikbud Nomor 1 Tahun 2018. Para GTT dan PTT tersebut khawatir tidak bisa mendapatkan pembiayaan dari BOS yang selama ini mereka terima lantaran Surat Keputusan (SK) pengangkatan mereka selama ini hanya dari pihak sekolah dan bukan dari Bupati sebagaimana yang dipersyaratkan dalam peraturan.

"Kami berharap solusi terbaik dari kami," katanya.

(KR-STR)
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar