Bulu mata palsu Indonesia laku di Italia

id pameran

ilustrasi pameran (kemlu.go.id)

Jakarta (Antaranews Jogja) - Bulu mata dan rambut palsu buatan Purbalingga, Indonesia, laku dan menjadi incaran dalam pameran produk kecantikan terkemuka di dunia, Cosmoprof, yang kembali digelar di Bologna, Italia.

        Produk bulu mata dan rambut palsu asal Indonesia diincar oleh para pelaku industri kecantikan mancanegara yang hadir dalam pameran Cosmoprof, seperti disampaikan dalam keterangan pers dari KBRI Roma yang diterima di Jakarta, Minggu.

        Valentina Bellisario dari Kantor Fiera Bologna, selaku penyelenggara Cosmoprof, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Paviliun Indonesia dalam pameran tersebut.

        Menurut Bellisario, bulu mata palsu dari Indonesia berkualitas tinggi dan selalu menjadi favorit yang dicari pembeli dan pengunjung pameran.

        Berbagai jenis parfum dan krim kecantikan buatan Indonesia juga ditampilkan dalam pameran dagang tersebut.

        Tahun ini, terdapat lima perusahaan Indonesia yang ikut memasarkan produknya pada Paviliun Indonesia di Cosmoprof.

         Perusahaan tersebut mengaku bahwa disamping memproduksi bulu mata dan rambut palsu untuk beberapa merek terkenal, mereka juga mengelola label sendiri dengan kualitas sama namun harga jual lebih rendah.

        Atase Perdagangan KBRI di Roma Sumber Sinabutar menyebutkan bahwa KBRI Roma dan Pusat Promosi Perdagangan Indonesia (ITPC) Milan mengorganisir Paviliun Indonesia di Cosmoprof sebagai upaya penetrasi pasar Italia dan Eropa.

        "Cosmoprof merupakan ajang yang sangat potensial untuk mempromosikan produk kecantikan buatan Indonesia, mengingat besarnya jumlah pengunjung dan pembeli yang hadir hingga 250 ribu orang setiap tahunnya,' ujar Sinabutar.

        Sementara itu, pejabat fungsi Ekonomi KBRI Roma Aries Asriadi menyebutkan bahwa potensi transaksi pembelian produk Indonesia pada Cosmoprof tahun ini diyakini  akan melebihi nilai pada 2017 yang mencapai lima juta dolar AS.

        Duta Besar RI untuk Italia Esti Andayani turut meninjau Paviliun Indonesia di Cosmoprof. Dalam perbincangan dengan peserta pameran dari Indonesia, Dubes Esti Andayani mendorong pengusaha Indonesia untuk membangun hubungan bisnis jangka panjang dengan distributor atau mitra pengusaha Italia dan Eropa untuk jaminan keberlangsungan usaha.

        Dalam rangka meningkatkan ekspor, KBRI Roma terus aktif melakukan serangkaian kegiatan promosi dagang dan investasi serta pertemuan bisnis dengan mitra terkait di Italia. Tahun ini, target pertumbuhan ekspor Indonesia ke Italia adalah 11 persen," jelas Dubes Esti.

        Pada periode Januari-November 2017, nilai perdagangan Indonesia-Italia mencapai lebih dari 3,1 miliar dolar AS, dengan surplus 343 juta dolar AS di pihak Indonesia.

        Setelah Cosmoprof, tahun ini KBRI Roma dan ITPC Milan juga akan memfasilitasi promosi dagang pada berbagai pameran berskala internasional di Italia, seperti  pameran furnitur terbesar di Eropa yaitu Salone del Mobile, pameran produk makanan Tutto Food, pameran produk dekorasi dan interior rumah HOMI serta pameran produk alas kaki.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar