Penataan ruangan rumah cegah sarang nyamuk DBD

id Nyamuk

Nyamuk Aedes aegypti (Foto aedes.caltech.edu)

Sleman (Antaranews Jogja) - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk sesering mungkin melakukan penataan ruangan di dalam rumah guna mencegah berkembang sarang nyamuk penyebab demam berdarah dengue.

"Keberadaan sarang nyamuk di dalam rumah bisa dihindari, selain dengan gerakan pemantauan jentik, juga dengan penataan ruangan rumah sesering mungkin," kata Kepala Seksi Survielans dan Imunisasi, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Mujiyana di Sleman, Senin.

Dia mengatakan masyarakat harus membiasakan hidup bersih dan melakukan penataan ruangan rumah secara berkala.

"Penyebaran sarang nyamuk juga bisa dicegah dengan penataan ruangan di rumah dengan baik. Nyamuk DBD senang pada tempat yang gelap dan lembap, tapi suka hinggap di tempat yang bersih," katanya.

Ia mengimbau masyarakat untuk membiasakan selalu membuka jendela pagi-pagi agar ada pencahayaan dan udaranya berganti.

"Setelah itu juga penataan ruangan, jadi jika dalam rumah tangga ini masih banyak barang-barang yang tidak ditata sedemikian rupa, sehingga bisa menyebabkan penyakit baik yang menular dan tidak menular," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Nurulhayah mengatakan pihaknya telah melakukan upaya antisipatif untuk mengatasi penyebaran penyakit DBD di Kabupaten Sleman.

"Kami juga telah melakukan edukasi kepada masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)," katanya.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga telah mengaktifkan Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Penanggulangan DBD tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa untuk melakukan pemantauan jentik berkala (PJB).

"Kami juga telah membentuk juru pemantau jentik (jumantik cilik). Jumlah kelompok jumantik cilik di Kabupaten Sleman ada 46 kelompok dengan kader sebanyak 3.438 kader cilik dan remaja," katanya.

Pihaknya bersama dengan Pokjanal DBD Kabupaten Sleman secara rutin melakukan monitoring jentik di wilayah-wilayah.

"Kegiatan monitoring jentik tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang bagaimana menghindari bahaya DBD di masyarakat. Kegiatan monitoring jentik tersebut juga untuk memotivasi masyarakat agar selalu membudayakan hidup bersih di lingkungannya," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar