Bantul butuh 1.500 hektare sawah tiap bulan

id sawah di bantul

Ilustrasi (Foto ANTARA/Mamiek)

Bantul (Antaranews Jogja) - Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan daerah ini hanya membutuhkan sawah seluas 1.500 hektare per bulan untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat.

"Rata-rata kita itu kan sebetulnya kalau untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat Bantul saja hanya butuh sekitar 1.500 hektare sawah per bulan," kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Pulung Haryadi di Bantul, Senin.

Namun demikian, kata dia, semua kelompok tani di wilayah Bantul yang meliputi 75 desa tersebar di 17 kecamatan rata-rata setiap bulan terdapat panen padi pada luasan sekitar 3.000 hektare sampai 4.000 hektare.

"Padahal kita tiap bulan minimal ada 3.000 sampai 4.000 hektare, jadi produksi beras petani kita selalu sisa, bahkan kita selalu surplus sekitar 23 ribu ton beras per tahun, dan itu harus terpenuhi," katanya.

Ia menjelaskan, memang tidak semua wilayah Bantul terdapat lahan pertanian luas, hanya ada kecamatan tertentu yang luasannya ribuan hektare dan ditanami padi serta dipanen setiap bulan secara bergantian, seperti di wilayah Imogiri.

"Seperti di wilayah Kecamatan Imogiri, pada bulan ini saja ada seluas seribu hektare lebih sawah yang akan dipanen di salah satu desa, belum desa-desa lainnya," katanya.

Meski demikian, kata dia, dalam satu tahun terdapat satu bulan yang luasan panen padi kurang dari kebutuhan minimal luas panen per bulan, yaitu pada Januari yang rata-rata hanya sekitar 1.400 hektare karena kondisi.

"Kecuali pada Januari itu hanya punya seluas 1.400 hektare, jadi kalau ada minus itu biasanya pada bulan Januari, namun itu akan ditutup pada produksi di Desember dan Februari," katanya.

Pulung juga mengatakan, karena produksi beras Bantul tiap tahun selalu surplus, maka beras petani Bantul juga beredar ke pasar luar daerah untuk memenuhi kebutuhan permintaan masyarakat setempat seperti ke Klaten, Jawa Tengah.
(T.KR-HRI) 19-03-2018 08:10:23
Pewarta :
Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar