Bantul upayakan perbaikan infrastruktur pascabanjir terealisasi 2018

id pasca banjir bantul

Gotong royong pasca banjir Warga dibantu oleh para relawan siaga bencana bergotong royong untuk membersihkan lumpur yang menutup badan jalan di desa Sriharjo, Imogiri,Bantul (Foto ANTARA/Dimas Andika/ags/17)

Bantul (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengupayakan perbaikan infrastruktur sungai yang rusak akibat banjir karena dampak badai Siklon Tropis Cempaka akhir November 2017 dapat terealisasi pada 2018.

"Untuk infrastruktur karena banjir yang mungkin sekarang belum ditangani dengan dana darurat sudah kita usulkan di 2018, jadi tahun ini ada beberapa kegiatan untuk menangani itu," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Bantul Bobot Arifiaidin di Bantul, Senin.

Menurut dia, banjir dan tanah longsor usai hujan deras karena badai Siklon Cempaka pada 28 November tahun lalu mengakibatkan infrastruktur di daerah ini seperti jalan, jembatan dan talut serta bangunan sungai lainnya rusak.

Ia mengatakan, infrastruktur yang rusak karena peristiwa itu sebagian sudah ditangani dengan dana darurat terutama yang vital-vital, namun infrastruktur yang tidak mendesak diperbaiki dan butuh biaya besar ditangani di 2018 baik dari APBD maupun APBN.

"Termasuk yang jembatan di Kasihan itu kita usulkan ke pusat lewat BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), mudah-mudahan bisa terealisasi, memang belum bisa semua tapi paling tidak yang vital vital bisa kita tangani," katanya.

Bobot juga mengatakan, terhadap beberapa infrastruktur yang perbaikan atau pembangunan kembali diusulkan ke pusat dengan menggunakan dana APBN itu sampai sekarang sudah diproses, bahkan sampai pada proses persiapan dokumen.

Ia mengatakan, anggaran yang diusulkan ke pemerintah pusat untuk perbaikan infrastruktur totalnya mencapai ratusan miliar, karena itu tidak hanya talut, tebing namun juga beberapa jembatan gantung yang memang menjadi kewenangan pusat.

"Yang kita usulkan ada beberapa jembatan termasuk jembatan gantung sudah kita usulkan dan kelihatannya kemarin sudah ada konfirmasi dari sana, kita diminta persyaratannya dan sudah kita lengkapi, harapannya mudah-mudahan bisa terealisasi," katanya.

Menurut dia, kalau perbaikan infrasruktur yang dianggarkan dari PBD bisa langsung dieksekusi ketika dana sudah siap, tetapi yang dari DIY maupun pemerintah pusat yang diterima bukan berupa anggaran, melainkan program pekerjaan karena langsung ditangani tim.

"Kalau di 2018 yang dari Dinas PU sesuai kewenangann kita mudah-mudahan yang prioritas bisa, walaupun mungkin belum sempurna, artinya nanti penyempurnaan sambil jalan, karena terus terang kita punya keterbatasan anggaran," katanya.Budi Suyanto
(T.KR-HRI) 19-03-2018 12:58:01
Pewarta :
Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar