Pelaku UKM Kulon Progo didorong tingkatkan keterampilan

id ukm

Salah satu produk UKM (Foto antarafoto.com)

Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendorong pelaku usaha kecil dan menengah meningkatkan kemampuan, keterampilan dan manajemen supaya mampu bersaing dalam menghadapi persaingan dengan adanya New Yogyakarta International Airport.

"Menghadapi persaingan perlu disiapkan sumber daya manusianya, yakni manusia yang memiliki keterampilan dalam bidangnya, sehingga memiliki daya saing tangguh," kata Wakil Bupati Kulon Progo Sutedjo pada acara Sekolah Bisnis Santripreneur di Kulon Progo, Senin.

Menurut dia, untuk mulai menjadi seorang entrepreneur jangan hanya berhenti pada angan, mimpi dan pemikiran yang besar, melainkan harus berani mewujudkannya, menggeluti dengan sungguh-sungguh dan mau bersabar dalam menjalani proses.

"Pada dasarnya membesarkan sebuah usaha tidak berbeda dengan banyak hal lainnya, berawal dari kecil," katanya.

Inisiator dan Pembina Santripreneur Indonesia Ahmad Sugeng Utomo mengatakan sekolah bisnis santripreneur sudah dimulai sejak 2017 dalam rangka menghadapi era digital. Saat ini, era digitalisasi tidak dapat dibendung.

Budaya mulai tergeser kalau tidak bisa mengikuti perkembangan digitalisasi. Sehingga, mau tidak mau, masyarakat harus berbenah diri menghadapi kenyataan perkembangan saat ini.

"Kalau tidak mampu mengikuti era digitalisasi, maka kita semua akan menerima dampak berat, seperti pesantren akan terpinggirkan," katanya.

Sugeng mengatakan di Kulon Progo memiliki banyak potensi lokal, seperti kelapa. Pengolahanya dan produk hasil olahannya masih kecil berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

"Produk kelapa belum dapat menjadi kekuatan ekonomi dalam menghadapi persaingan," katanya.

Ketua PCNU Kulon Progo Wasiludin mengapresiasi kegiatan ini, karena selama ini bidang perekonomian dinilai ketinggalan, belum diupayakan dalam bidang ekonomi untuk bangkit.

"Selama ini bidang perekonomian kita nilai ketinggalan. Belum upayakan dalam bidang ekonomi untuk bangkit. Selama ini hanya kajian tentang fiqih dan ibadah. Semua kita bisa memanfaatkan jangan hanya jadi penonton," kata Wasiludin.
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar