Pemkab Gunung Kidul diminta perbaiki akses jalan

id Jalan

Ilustrasi- Salah satu ruas jalan di DIY yang sedang dalam perbaikan. (Foto Antara/ Victorianus Sat Pranyoto) (antara)

Gunung Kidul,  (Antaranews Jogja) - Ketua DPRD Kabupaten Gunung Kidul Suharno meminta pemerintah setempat memperbaik akses jalan utama karena banyak ditemukan jalan rusak yang belasan tahun belum diperbaiki.

"Kami terus mendorong pemerintah kabupaten untuk melakukan perbaikan jalan. Sebab, sejumlah akses utama warga dan juga wisatawan banyak yang rusak," kata Suharno?di Gunung Kidul, Selasa.

Dia mengatakan jalan di Nitikan Timur, Kecamatan Semanu diperbaiki 15 tahun yang lalu. Perbaikan pertama dilakukan secara swadaya masyarakat, sedangkan perbaikan kedua oleh pemerintah kabupaten. Wilayah Nitikan timur banyak masyarakat yang memiliki usaha pembuatan sangkar burung.

"Industri sangkar burung di daerah Semanu sudah terkenal sejak dahulu, pembeli akan malas jika ingin membeli di sana karena jalanan rusak," katanya.

Suharno mengharapkan perbaikan jalan mendatangkan pembeli maupun tengkulak sehingga perekonomian masyarakat bisa bergerak.

"Dengan adanya akses jalan yang mudah diharapkan ke depannya ekonomi kerakyatan di dusun tersebut dapat berkembang," katanya.

Dia berharap pemerintah juga fokus terhadap perbaikan infrastruktur di daerah wisata.

Berdasarkan pengamatannya, seperti di Pantai Sepanjang, Nampu, dan beberapa pantai lainnya, infrastruktur sudah rusak.

"Saya berharap pemerintah segera melakukan pendataan dan perbaikan dengan melihat skala prioritas," katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPR) Gunung Kidul Edy Praptono mengatakan pihaknya masih mendata jumlah jalan kabupaten yang rusak.

Sampai saat ini, data terakhir diketahui dari 1.200 kilometer jalan kabupaten, sebanyak 60 persen dari panjang jalan atau 720 kilometer rusak.

"Data terakhir 720 kilometer jalan rusak, 480 kilometer mengalami kerusakan sedang, dan 240 kilometer mengalami rusak berat," katanya.

Pihaknya terus berupaya melakukan perbaikan jalan, namun demikian dengan keterbatasan anggaran, setiap tahun hanya menyelesaikan rata-rata 15-20 km.

"Tahun ini anggaran dana alokasi khusus (DAK) Rp60 miliar untuk pemeliharaan jalan dan penggantian jembatan yang mengalami kerusakan," katanya.



(U.KR-STR)
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar