Indonesia berpartisipasi dalam perayaan Hari Harmoni di Sydney

id indonesia - australia

Indonesia berpartisipasi dalam perayaan Hari Harmoni di Sydney

Ilustrasi Indonesia-Australia (Foto antaranews.com)

Jakarta (Antaranews Jogja) - Diaspora Indonesia telah mempromosikan kebersamaan melalui partisipasinya dalam perayaan Hari Harmoni yang digelar pada 21 Maret 2018 oleh Dewan Kota Georges River di Hurtsville Entertainment Centre, sekitar 16 kilometer dari Sydney, Australia.

        Keterangan yang diperoleh di Jakarta, Minggu menyebutkan, Konsul Jenderal RI di Sydney Heru Subolo didampingi dua orang Konsul Penerangan, Sosial dan Budaya, Zani Murnia dan Hermanus Dimara serta beberapa staf KJRI Sydney menghadiri perayaan keberagaman dan harmoni tersebut.

        Perayaan oleh Dewan Kota Georges River itu dimulai pukul 10.00 waktu setempat yang diawali dengan acara penyambutan kepada negara oleh tetua First Nations serta berbagai sambutan dari Pemerintah New South Wales (NSW) tentang pentingnya kebersamaan.

        Wali Kota Georges River Kevin Greene menyatakan, tingkat keberagaman sosial budaya di Georges River lebih tinggi  dari pada rata-rata negara bagian terkait jumlah migran yang tinggal di daerah tersebut.

        "Cuaca di luar mungkin dingin dan basah karena hujan, namun kita semua dihangatkan oleh kekuatan dan rasa komunitas yang ada di sini," ungkap Greene.

        Sekitar 20 anggota komunitas dan diaspora Indonesia menampilkan musik angklung di depan lebih dari 300 orang dari berbagai latar belakang yang tinggal di wilayah Georges River.

        Selain pertunjukan angklung, seorang penyanyi Indonesia yang tinggal di Sydney, Theresia Tomahu menyanyikan beberapa lagu Indonesia dan lagu pop internasional.

        Perayaan Hari Harmoni tersebut juga diikuti oleh komunitas budaya dari berbagai negara, termasuk dari komunitas First Nations, Irlandia, China, Yunani, Makedoni, Lebanon, India dan Nepal.

        Hari Harmoni bertujuan merayakan keragaman budaya di Australia dan menciptakan komunitas yang inklusif di mana orang-orang bisa tinggal dan bekerja sama tanpa konflik di bawah tema "Everyone Belongs" atau "Setiap Orang Saling Memiliki".

        Hari Harmoni dirayakan di seluruh Australia pada 21 Maret setiap tahun dan bertepatan dengan Hari Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Penghapusan Diskriminasi Rasial.

        Migrasi besar pertama masyarakat Indonesia ke negeri kangguru itu terjadi di pertengahan tahun 1970-an. Sebagian besar dari mereka adalah para akademisi yang mendapatkan beasiswa dark Pemerintah Australia.
  
   Gelombang migrasi besar berikutnya terjadi tahun 1980-an. Saat ini, sekitar 30.000 orang Indonesia tinggal di daerah NSW dan mereka berperan secara signifikan dalam pembangunan tatanan multi budaya di Australia.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar