Presiden minta patokan tarif ojek online

id ojek online

Aksi demo simpatik ojek online di depan Keraton Yogyakarta (Foto ANTARA/Luqman Hakim/ags) (Foto ANTARA/Luqman Hakim/ags/)

Jakarta (Antaranews Jogja) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta ada patokan harga bagi para pengemudi ojek beraplikasi dalam jaringan (daring) Internet atau online sebagai solusi dari perang tarif yang dikeluhkan para pengemudi.

"Menurut saya memang harus ada patokan harga bawah, harga atas. Mungkin ke situ, tapi belum. Besok akan diputuskan setelah pertemuan dilakukan," kata Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa.

Presiden Jokowi bersama Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengemukakan hal itu saat menemui lima perwakilan pengemudi ojek online yang berdemonstrasi di depan Istana Merdeka sejak Selasa siang.

Ribuan pengemudi ojek online yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) itu berujuk rasa dan memarkir kendarana mereka sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat sehingga kendaraan lain tidak dapat melintas. Mereka meminta pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan yang mendorong rasionalisasi tarif ojek online.

"Mereka menyampaikan kesulitan mengenai tarif, perang tarif antar-aplikator sehingga tadi saya perintahkan kepada Menteri Perhubungan, Menkominfo untuk besok mengumpulkan aplikator-aplikator, diundang plus termasuk driver-driver-nya diajak bicara. Intinya dicari jalan tengah agar tidak merugikan," tegas Presiden.

Namun, Presiden Jokowi belum menetapkan solusi untuk jalan tengah menghadapi perang tarif ojek online.

"Besok, besok dibicarakan dulu," demikian Presiden Joko Widodo.
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar