Sarihusada mendukung kemandirian pangan dan ekonomi masyarakat

id Sarihusada

Proses pembuatan tempe di Rumah Tempe, Desa Geneng, Prambanan, Klaten. (Foto Istimewa)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - PT Sarihusada Generasi Mahardhika, bagian dari Grup Danone yang ada di Indonesia, menggali cerita tentang program-program CSR yang telah dilakukan di berbagai wilayah untuk mendukung kemandirian pangan dan ekonomi masyarakat.

"Hal itu dilakukan Sarihusada melalui Napak Tilas Media 2018 di Yogyakarta dan Klaten, Jawa Tengah, pada Kamis (5/4)," kata Head of Communication Danone Indonesia, Arif Mujahidin.

Selain mengunjungi Rumah Tempe di Desa Geneng, Prambanan, Klaten dan Program Bunda Mengajar di Kampung Badran Yogyakarta, menurut Arif, peserta juga diajak berdiskusi dengan Ketua Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan Fisipol UGM Dr Krisdyatmiko.

Ia mengemukakan, Sarihusada mengoperasikan fasilitas produksi di kawasan Yogyakarta dan Klaten, dan kini menaungi lebih dari 1.000 karyawan di seluruh penjuru Indonesia.

Sarihusada lahir di Yogyakarta dan memiliki sejarah panjang. Menjelang pertengahan dekade 50-an, Pemerintah Indonesia dan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) berinisiatif mengembangkan program khusus guna menunjang kecukupan protein nasional.

"Hal tersebut direalisasikan tahun 1954 dengan pendirian NV Saridele," kata dia.

Arif menjelaskan, hingga saat ini misi Sarihusada tetap sama yaitu berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi atas malnutrisi dan masalah kesehatan ibu dan anak di Indonesia.

"Misi tersebut salah satunya diwujudkan melalui inisiatif-inisiatif dan edukasi gizi serta kesehatan di berbagai wilayah dengan melibatkan para pakar, ibu dan anak dalam program pemberdayaan yang berkelanjutan," kata Arif.

Ia mengatakan, Sarihusada menetapkan tiga landasan utama dalam membangun strategi pelaksanaan program CSR jangka panjang, yaitu bisnis inti perusahaan sebagai penyedia produk bergizi, mempertimbangkan rencana pembangunan pemerintah dan potensi kerja sama dengan beragam kelompok pemangku kepentingan.

Ketiga landasan itu mengarahkan program CSR pada tiga pilar yaitu gizi dan kesehatan, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi.

Kemudian tiga pilar itu menghasilkan lima kelompok program, yaitu gizi dan kesehatan, pendidikan ibu dan anak, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelestarian lingkungan, dan kepedulian bencana dan kondisi khusus.

Sebagai bagian dari Danone yang ada di Indonesia, menurut Arif, Sarihusada juga bekerja sama dengan Danone Ecosysteme Fund melaksanakan berbagai inisiatif sosial.

"Danone Ecosysteme Fund merupakan dana untuk memperkuat ekosistem Danone dan menciptakan nilai sosial dan ekonomi melalui kemitraan inklusif yang terdiri dari 5 lingkup program: 'sourcing, territory, micro-distribution, caring service, recycling'," kata Arif.

Public Affair and Internal Communication Manager Sarihusada Endah Prasetioningtias mengatakan, Sarihusada menggunakan strategi pendekatan "Community Development". Metode itu dipilih untuk menjawab kebutuhan program jangka panjang, berorientasi kepada hasil dan dampak yang baik serta meningkatkan partisipasi masyarakat untuk memberdayakan dirinya sendiri.
 
"Dengan menggunakan prinsip 'to help people to help themselves', program CSR Community Development diarahkan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat untuk mencapai hasil yaitu kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan," kata Endah.

Ia mengemukakan, program CSR yang telah berhasil dijalankan oleh PT Sarihusada sejak 2010 dan menyentuh sekitar 1,095 jiwa penerima manfaat adalah Rumah Srikandi.

Program itu bertujuan untuk menghadirkan sebuah wadah pendidikan yang dapat melayani kebutuhan pendidikan anak-anak usia dini, meningkatkan kesadaran dari para orang tua mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan gizi bagi para anak-anaknya.

Hal itu dilakukan melalui program kesehatan, pengelolaan berbagai program kesehatan dan pendidikan ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang dapat berjalan intensif sesuai standar operasional.

Menurut dia, Rumah Tempe Srikandi Geneng juga menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan PT Sarihusada dalam menjalankan program CSR di Klaten.

Program pembangunan masyarakat "Tempe Untuk Rakyat" adalah sebuah program pembangunan industri mikro desa berbasis peningkatan potensi pangan lokal di wilayah pabrik Sarihusada Prambanan, tepatnya di Desa Geneng, Kecamatan Prambanan, Klaten.

Dalam perjalanannya, program itu mengikutsertakan beberapa pihak seperti Forum Tempe Indonesia, Pemerintah Desa Geneng dan TP PKK Desa Geneng untuk turut berperan dan berkolaborasi mewujudkan program yang berorientasi kepada masyarakat.

"Dalam beberapa tahun ke depan penerima manfaat program tempe mencapai lebih dari 1.000 jiwa, baik dari segi produsen maupun konsumen," kata Endah.

Dr Krisdyatmiko mengatakan, rogram CSR merupakan komitmen perusahaan untuk mendukung terciptanya pembangunan berkelanjutan. Konsep CSR akan berdampak positif bagi masyarakat tergantung padaorientasi dan kapasitas lembaga dan dukungan berbagai pihak, terutama pemerintah.

"Intinya, manfaat CSR bagi masyarakat adalah bagaimana suatu konsep tersebut dapat mengembangkan diri dan usahanya sehingga tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas tercapai secara mandiri dan berkesinambungan," kata Krisdyatmiko.

Sarihusada tidak pernah lepas dari keterlibatan dalam menjalani komitmen program tanggung jawab sosial. Setiap program tanggung jawab sosial yang dilakukan selalu dirancang agar dapat berkelanjutan dan sesuai dengan misi sosial perusahaan.
 
Kegiatan CSR Sarihusada difokuskan kepada lima aspek, yaitu di bidang kesehatan dan gizi, pendidikan anak, pemberdayaan ekonomi, bantuan bencana, dan lingkungan.
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar