Bupati Hasto akan temui warga terdampak NYIA

id hasto wardoyo,bupati kulon progo

Hasto Wardoyo, Bupati Kulon Progo (Foto ANTARA)

Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo akan menemui warga terdampak pembangunan New Yogyakarta International Airport yang masih bertahan di kawasan izin penetapan lokasi.

"Dalam bulan-bulan ini, kami akan menemui mereka. Akan tetapi, kami belum tahu kepastian waktunya," kata Hasto di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin.

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pendekatan persuasif kepada kelompok warga yang masib bertahan supaya mereka meninggalkan lokasi di kawasan ILP.

Hasto berharap penggusuran untuk pengosongan lahan dilakukan PT Angkasa Pura I sebagai pemrakarsa pembangunan bandara.

"Saya ingin tetap melanjutkan pendekatan persuasif. Ikhtiar belum sempurna kalau belum persuasif. Kalau mereka tidak mau ditemui, kami akan menemui keluarganya sampai mereka pindah secara mandiri, tanpa ada penggusuran paksa," katanya.

Berdasarkan data yang masuk, kata dia, masih ada 32 kepala keluarga yang bertahan. Mereka terdiri atas warga penyandang disabilitas, dua KK dengan ganti untung di bawah Rp250 juta, sisanya di atas Rp1 miliar. Selain itu, sebagian besar mereka sudah memiliki tempat tinggal pengganti bila meninggalkan kawasan IPL NYIA.

"Kami akan mendampingi mereka sampai mereka sampai selesai. Kami tidak akan tinggal diam, khususnya bagi disabilitas," katanya.

Selain itu, pihaknya berpesan kepada AP I agar tidak serta-merta melakukan pembongkaran rumah warga hingga rata sekaligus.

Setelah diberi surat peringatan pengosongan, warga diberi kesempatan untuk mengambil material-material bangunan rumahnya yang masih bisa digunakan, seperti kusen, pintu, genting, dan kaca, untuk bahan bangunan hunian baru.?

"Pesan saya, warga diberi kesempatan mengamankan barangnya dahulu. Jangan langsung dihancurkan. Kalau digusur dengan alat berat, `kan rusak. Jendela rusak, kayu patah, dan kaca remuk. Akan tetapi, kalau bisa diambil dahulu, bisa dimanfaatkan lagi oleh warga," kata Hasto.

Terkait dengan penggusuran dan pengosongan lahan, Hasto menilai hal itu bisa dilakukan AP I sewaktu-waktu setelah dilakukannya peringatan atau perintah pengosognan lahan hingga tiga kali kepada warga bersangkutan.

"AP I minta surat pengosongan ke pengadilan," katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Proyek Pembangunan NYIA PT AP I Agus Pandu Purnama berharap warga yang masih bertahan untuk segera mengosongkan lahan tanpa harus melakukan penentangan.

"Lahan tersebut secara hukum sudah beralih kepemilikannya dan pemerintah daerah sudah menyediakan rumah susun sebagai hunian relokasi warga. Kami akan tetap membantu kepindahan warga," katanya.

KR-STR
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar