T. J. Miller dituduh laporkan ancaman bom palsu

id miller. ,silicon valeey

T.J Miller (Foto Washington Post)

Amerika Serikat,  (Antaranews Jogja/Reuters) - Mantan bintang “Silicon Valley”, T.J Miller dituduh telah memberikan laporan palsu tentang ancaman bom saat  melakukan perjalanan menuju New York dengan kereta, kata FBI, Selasa.



FBI dan kantor kejaksaan  wilayah Connecticut, Amerika Serikat, dalam pernyataan tertulis menyebutkan,  Miller (36) yang memerankan Erlich Bachman, seorang pengusaha teknologi yang egois dalam film satire produksi  HBO yang menceritakan tentang komunitas berteknologi tinggi, menghadapi tuntutan hukuman lima tahun penjara jika terbukti bersalah.



Perwakilan dari Miller, yang meninggalkan perannya dalam serial televisi tersebut tahun lalu, belum memberikan komentar tentang hal tersebut.



Pernyataan tertulis itu menyebutkan bahwa insiden tersebut terjadi pada 18 Maret dan Miller muncul pertama kali di pengadilan federal AS, New Have, Connecticut, pada  Selasa, di mana dia dibebaskan dengan membayar jaminan 100.000 dolar AS.



Sang aktor dituduh dengan sengaja menyampaikan informasi palsu kepada penegak hukum mengenai alat peledak di dalam kereta api.



 Miller sedang melakukan perjalanan dari Washington DC ke New York pada 18 Maret,  kemudian dia menelpon  911 dan melaporkan bahwa ada  penumpang wanita yang “membawa bom di tasnya”.



Petugas Amtrak menghentikan kereta ketika sampai di Connecticut dan memberikan perintah kepada  para penumpang untuk turun. Satuan penjinak bom dikerahkan namun tidak ditemukan bom di kereta tersebut.



Petugas Amtrak mengatakan kepada penyelidik bahwa sebelumnya Miller diturunkan dari kereta di New York karena  mabuk.



Sang aktor juga terlibat dalam “perselisihan dengan seorang wanita yang duduk di barisan yang berbeda” di gerbong kelas utama.



Penyelidik menghubungi Miller di New York melalui telpon dan menanyakan apakah apakah dia menderita sakit jiwa.



“Tidak, tentu saja tidak. Ini pertama kalinya saya melakukan panggilan. Saya khawatir dengan semua orang di kereta. Seseorang harus memeriksa wanita itu.” jawab  Miller. (Uu.Naufal Halim/Nusarina)



 



 



 



 

Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar